Pelajar SMA di Semarang Ngaku Dibacok OTK di Jalan, Ternyata Hasil Duel
·waktu baca 2 menit

Polisi berhasil menangkap pelaku pembacokan terhadap seorang pelajar SMA berinisial ATK (16) di Jalan Sompok, Kota Semarang. Peristiwa itu ternyata merupakan duel antara remaja.
Kasihumas Polrestabes Semarang Kompol Riki Fahmi Mubarok mengatakan pelaku berinisial AQQ (17) ditangkap pada Kamis (11/6). Ia merupakan remaja putus sekolah.
"Sudah ditangkap, inisial AQQ, remaja putus sekolah. Ditangkap di rumahnya dengan didampingi orang tuanya. Ini masih dalam pendalaman," ujar Riki, Kamis (11/6).
Riki menjelaskan, kasus ini awalnya dilaporkan sebagai pembacokan oleh orang tidak dikenal (OTK). Namun, ternyata peristiwa tersebut merupakan duel yang disengaja antara pelaku dan korban.
"Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan rekaman CCTV, hal itu (pembacokan OTK) tidak terbukti. Peristiwa tersebut merupakan rekayasa yang dibuat oleh korban," jelasnya.
Duel antara korban dan pelaku terjadi di terowongan Jalan Pawiyatan Luhur, Kota Semarang, pada Minggu (7/6) sekitar pukul 23.00 WIB setelah saling tantang di media sosial. Korban mewakili kelompok Spelda dan pelaku mewakili kelompok Spelmawar.
"Dari duel tersebut, korban ATK mengalami luka tusuk pada bagian bahu kanan sehingga harus mendapatkan perawatan medis. Selanjutnya, untuk menutupi kejadian yang sebenarnya, muncul keterangan bahwa korban dibacok oleh orang tidak dikenal di wilayah Sompok karena takut kepada orang tuanya," ungkap Riki.
Saat ini, korban masih dirawat di RSUP Dr. Kariadi Semarang karena lukanya cukup parah. Polisi juga menegaskan kasus ini masih terus didalami untuk mengungkap secara utuh kronologi dan keterlibatan pihak-pihak lain dalam peristiwa tersebut.
"Mengingat pihak-pihak yang terlibat masih berstatus anak di bawah umur, proses penanganan juga dilakukan dengan melibatkan Balai Pemasyarakatan (Bapas) sebagai bagian dari mekanisme pendampingan sesuai sistem peradilan pidana anak," kata Riki.
