Pelajar SMK di Kudus Produksi APD dan Hand Sanitizer untuk Dibagikan Gratis

Siswa-siswi dari SMKN 3 Kudus, SMKN 1 Kudus, dan SMK Duta Karya Kudus memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) dan hand sanitizer sebagai bentuk partisipasi dalam pencegahan pandemi COVID-19. Nantinya hasil produksi APD dan hand sanitizer itu akan dibagikan gratis untuk tenaga medis dan masyarakat.
Ketiga sekolah itu merupakan binaan Djarum Foundation di kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Menurut Program Associate Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Galuh Paskamagma, aksi ini menjadi bukti bahwa siswa SMK tidak hanya siap terjun ke lapangan dengan keterampilan yang dimiliki, tapi juga sebagai kontribusi kaum muda untuk membantu Indonesia dalam pencegahan pandemi COVID-19.
“Dengan kejadian luar biasa selama pandemi, siswa SMK sanggup menjadi problem solver dalam mengatasi kelangkaan APD dan hand sanitizer di lingkungan di sekitarnya. Mereka melakukan aksi nyata sebagai hasil pembelajaran mereka dengan pendampingan dan pembinaan yang tepat di lingkup pendidikan mereka,” ujar Galuh Paskamagma seperti dikutip kumparan dalam press release, Senin (4/5).
Aksi ini dilatarbelakangi karena kondisi APD yang langka untuk tenaga medis, begitupun dengan hand sanitizer yang harganya sempat melambung tinggi. Produksi APD dan hand sanitizer dibagi-bagi per sekolah. Misalnya siswa jurusan tata busana SMKN 3 dan SMKN 1 Kudus memproduksi APD, sementara siswa SMK Duta Karya Kudus memproduksi hand sanitizer.
Selanjutnya APD dan hand sanitizer diserahkan kepada perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dr. Achmad Syaifudin, M. Kes, di kantor IDI Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada hari Senin (4/5). Bantuan APD dan hand sanitizer tersebut, kemudian didistribusikan kepada rumah sakit dan masyarakat yang membutuhkan secara gratis.
Galuh juga menambahkan, aksi ketiga SMK ini diharapkan dapat menginspirasi SMK di seluruh daerah untuk ikut bergerak meningkatkan makna belajar dan nilai kemanusiaan melawan pandemi COVID-19. Produksi APD dan hand sanitizer ini akan dilanjutkan hingga akhir bulan Mei 2020.
****
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
****
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
