Pelajar SMP di Pemalang Tewas Diduga Dibully, Polisi Selidiki

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas saat mendatangi rumah pelajar SMP yang meninggal diduga karena dirundung di Randudongkal Pemalang, Senin (3/8/2026).
 Foto: Polres Pemalang
zoom-in-whitePerbesar
Petugas saat mendatangi rumah pelajar SMP yang meninggal diduga karena dirundung di Randudongkal Pemalang, Senin (3/8/2026). Foto: Polres Pemalang

Seorang pelajar SMP berinisial AAF (13), warga Desa Semingkir, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, meninggal dunia diduga akibat dirundung atau bullying. Polisi masih mendalami kasus ini.

Kasat Reskrim AKP M. Faizal Wildan Umar mengatakan, AFF meninggal dunia pada Minggu (2/8) malam. Pihak keluarga lantas melaporkan kasus ke polisi.

"Begitu menerima aduan, anggota Satreskrim Polres Pemalang bersama Polsek Randudongkal langsung mendatangi rumah duka di Desa Semingkir, untuk melakukan pengecekan dan meminta keterangan awal dari orang tua korban," ujar Wildan, Selasa (4/8).

Ia menjelaskan, korban sempat dirawat di RS Mardhatillah Randudongkal selama 1 hari namun sayang nyawanya tak tertolong.

"Kami masih menunggu hasil rekam medis dari rumah sakit Mardhatillah Randudongkal, di mana korban sempat dirawat selama 1 hari, sebelum dinyatakan meninggal dunia," jelas dia.

Polisi juga akan melakukan autopsi untuk mengungkap pasti penyebab kematian korban.

"Saat ini kami masih melakukan pendalaman terhadap saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan dinas dan instansi terkait," imbuh dia.

Ia menegaskan, kasus ini masih terus didalami dan akan ditangani secara profesional sesuai prosedur hukum yang berlaku.

"Kami berkomitmen untuk menangani kasus ini secara profesional, jika ditemukan unsur pidana, maka akan kami proses sesuai prosedur hukum yang berlaku," kata Wildan.