Pelajar yang Terlibat Tawuran di Jakarta Akan Dibina di Panti Sosial
·waktu baca 1 menit

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta, Iqbal Akbarudin, menyebut pelajar yang terlibat tawuran bisa dimasukkan ke dalam panti sosial untuk dilakukan pembinaan. Namun, kata Iqbal, hal itu mesti melalui rujukan dari pihak terkait.
Hal ini disampaikannya usai peresmian remodeling gedung Panti Sosial Bina Remaja Taruna Jaya 1, Tebet, Jakarta Selatan, pada Kamis (25/9).
“Kita nggak menjaring tawuran. Kalau ada rujukan, kita terima,” kata Iqbal.
Ia menjelaskan rujukan tersebut biasanya berasal dari RT, RW, lurah, hingga wali kota. Remaja yang terlibat tawuran kemudian diarahkan ke panti sosial khusus di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat.
“Diterima di panti satu lagi, tuh, panti yang di Cengkareng. Nanti dari situ kan ada pembinaan dulu tuh. Jadi kita treatment dulu lah,” ujar Iqbal.
“Dari situ nanti kita petakan, kita identifikasikan mana yang layak untuk kembali,” lanjut dia.
Iqbal menambahkan, warga yang masuk ke panti sosial tidak hanya berasal dari kasus tawuran, melainkan juga dari berbagai latar belakang.
“Beragam sih, beragam. Kadang ada yang stres di rumah, orang yang lebih parah ya yang bawa senjata tajam segala macam,” kata Iqbal.
“Itu kita sekali juga sih diusulkanlah untuk diberikan kelengkapan pengamanan juga bagi petugas kami gitu,” tandasnya.
