Pelaku Bom Panci di Bandung Masuk Kategori Lone Wolf

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bom panci yang digunakan di Kathmandu (Foto: Navesh Chitrakar / REUTERS)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bom panci yang digunakan di Kathmandu (Foto: Navesh Chitrakar / REUTERS)

Bom panci meledak di sebuah kamar kos di kawasan Buah Batu, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (8/7). Polrestabes Bandung mengamankan tersangka Agus Wiguna, serta beberapa orang penghuni kos. Polisi juga menengarai AW sebagai Lone Wolf, atau pelaku yang bergerak sendiri karena pengaruh ajaran paham radikal.

Seperti dikutip dari akun instagram Divisi Humas Mabes Polri, Minggu (9/7), Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyampaikan bahwa pelaku bom panci Bandung masih diprediksi termasuk dalam "Lone Wolf".

Itu artinya, AW bergerak di luar struktur dan belum terkait dengan jaringan tertentu dan diketahui juga yang bersangkutan adalah pendukung dari ISIS. AW membuat bom panci sendiri serta belajar dari website Radikal dan akhirnya melakukan serangan sendiri. 

instagram embed

"Dalam melakukan pencegahan 'Lone Wolf' perlu adanya dilakukan perlawanan dengan cara kontra radikalisasi, hal tersebut perlu melibatkan banyak pihak dalam melakukannya dengan menjaga situasi Kamtibmas," ujar Kapolri di Manado, Sulut.

Bom panci di Buah Batu, Bandung. (Foto: Dok. Humas Polda Jabar)
zoom-in-whitePerbesar
Bom panci di Buah Batu, Bandung. (Foto: Dok. Humas Polda Jabar)

Kapolri juga mengimbau untuk tetap mewaspadai kemungkinan terorisme masuk dan keluar melalui jalur Sulut. Untuk diketahui, wilayah Sulawesi Utara merupakan perbatasan dengan Filipina lewat jalur laut.

Dalam penangkapan Agus (21 tahun), polisi menyita barang bukti panci berisi paku dan rangkaian bom yang sudah meledak. Menurut dia, berdasarkan pengakuan seorang saksi bernama Ridwan, kejadian tersebut diketahui setelah Ridwan mendengar suara ledakan disertai api di rumah kontrakan tersebut pada Sabtu (8/7) sekitar pukul 15.30 WIB.