Pelaku Pembunuhan Charlie Kirk Tak Kooperatif saat Penyidikan
·waktu baca 2 menit

Pria yang ditangkap akibat membunuh Charlie Kirk tidak kooperatif saat pemeriksaan dengan aparat keamanan. Hal itu disampaikan oleh Gubernur Utah, Spencer Cox, Minggu (14/9).
Cox mengatakan, terduga pelaku Tyler Robinson akan didakwa pada Selasa (16/9) waktu setempat. Saat ini Robinson masih berada di tahanan.
“Robinson belum mengaku kepada penyidik,” kata Cox kepada program ABC This Week, seperti dikutip dari Reuters.
"Dia tidak kooperatif, tetapi semua orang di sekitarnya kooperatif, dan saya pikir itu sangat penting," ucap Cox yang adalah politikus Partai Republik.
Robinson merupakan mahasiswa tahun ketiga yang sedang menjalani program magang di Dixie Technical Collage di Utah.
Dia ditangkap di rumah orang tuanya di sekitar 420 kilometer dari lokasi kejadian penembakan. Robinson ditemukan usai pencarian selama 33 jam.
Adapun Kirk tewas ketika sedang debat di Universitas Utah Valley pekan lalu. Semasa hidup, Kirk dikenal sebagai influencer dan sosok sayap kanan pendukung Presiden Donald Trump.
Lewat organisasi pemuda konservatif Turning Point, Kirk berhasil membawa Trump menang pemilu pada 2024 lalu. Kini, Turning Point memiliki lebih 800 chapter di seluruh institut dan kampus di AS.
Kirk sering melontarkan pendapat yang blak-blakan dan provokatif mengenai isu-isu sosial seperti hak-hak LGBTQ+, ras, imigrasi, dan pendidikan. Pandangan Kirk dinilai memicu polarisasi di tengah masyarakat AS.
Bagi pendukungnya, Kirk adalah masa depan konservatisme. Namun, bagi penentangnya, retorika Kirk dinilai ekstrem dan berbahaya.
Istri Kirk menegaskan akan melanjutkan gerakan konservatif yang dibentuk dan dijalankan suaminya.
Acara penghormatan terakhir untuk Kirk, menurut keterangan Turning Point akan digelar 21 September 2025 di Glendale, Arizona.
