Penabrak di Charlottesville Pendukung Nazi yang Pernah Siksa Ibunya

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bentrokan di Virginia AS (Foto: REUTERS/Justin Ide)
zoom-in-whitePerbesar
Bentrokan di Virginia AS (Foto: REUTERS/Justin Ide)

Pelaku serangan teror Virginia muncul di pengadilan untuk pertama kalinya. Pria bernama James Alex Fields Jr ini diperkarakan setelah menggeber mobil ke arah kerumunan demonstran pada Sabtu (12/8) di Charlottesville, Virginia, Amerika Serikat dan menimbulkan korban satu orang tewas dan 34 luka.

Dilansir Associated Press, Fields muncul lewat sebuah tayangan video dalam persidangan pertama. Di hadapan jaksa, Fields mengaku tidak mampu menyewa pengacara karena hanya memiliki penghasilan 1300 dolar AS setiap bulan dari pekerjaannya. Ucapan tersebut mendapat teriakan cibiran di luar pengadilan. Massa pro-demokrasi berkumpul untuk mengutuk tindakan yang dilakukan Fields.

Penabrakan tersebut menjadi momen puncak di hari yang penuh ketegangan antara massa kelompok supremasi kulit putih dengan kelompok pro-demokrasi. Fields sendiri diduga merupakan simpatisan kelompok ekstrem kanan setelah fotonya di tengah massa aksi kelompok kulit putih beredar luas. Namun sang ibu, Samantha Blooms, menolak putranya memiliki pandangan radikal.

Meski sang ibu menampik, bukti demi bukti yang terkumpul menunjukkan bahwa Fields adalah anak muda pendukung supremasi kulit putih garis keras.

James Alex Fields, pelaku penabrakan Virginia (Foto: REUTERS/Eze Amos)
zoom-in-whitePerbesar
James Alex Fields, pelaku penabrakan Virginia (Foto: REUTERS/Eze Amos)

Polisi mengungkap bahwa Fields pernah dua kali melakukan tindak kekerasan terhadap ibunya. Laporan di jalur 911 diterima dua kali pada tahun 2010 dan 2011. Kejadian pertama bermula ketika Samantha melarangnya untuk bermain video game. Fields sontak mengamuk dengan memukul ibunya lalu menguncinya di kamar mandi.

Tindakan kekerasan berikutnya menyeret Fields ke penjara. Pada tahun 2011, Fields nyaris menikam ibunya dari belakang. Fields kemudian ditangkap dengan dakwaan percobaan pembunuhan.

Paham fasis yang tertanam di otak Fields terpupuk sejak sekolah. Mantan guru selama SMA Fields mengungkapkan bahwa muridnya merupakan pengagum berat Adolf Hitler dan Partai Nazi Jerman.

James Alex Fields, pelaku penabrakan Virginia (Foto: Reuters)
zoom-in-whitePerbesar
James Alex Fields, pelaku penabrakan Virginia (Foto: Reuters)

Fanatisme Fields terhadap Nazi juga terlihat di mata teman-temannya. Salah seorang teman sekaligus rekan satu asrama saat sekolah, Keegan McGrath, bahwa obrolan Fields di kalangan teman sepergaulan tidak jauh dari cerita soal Nazi beserta kebencian berbasis ras.

Pada tahun 2015, Fields pernah menolak rencana studi banding sekolahnya ke Prancis karena dirinya hanya ingin berkunjung ke Jerman yang dianggap sebagai "Tanah Airnya". Sejak saat itu, Fields dicibir temannya sebagai seorang fanatik Nazi.

Meski sering didebat kawan-kawannya, Fields tetap kukuh pada prinsip. McGrath pernah berusaha menentang pemikiran Fields dalam sebuah perbincangan. Namun pembicaraan tersebut justru berakhir panas. Ketika bercanda sekalipun, Fields kerap memasukkan humor fasis seperti tentang Yahudi dan pembantaian masal. Saat itu, McGrath jengah dan memilih untuk pindah ke kamar lain karena tak betah dengan Fields.

Isu bentrok di Charlottesville telah menjadi isu global. Donald Trump sendiri dituntut tegas terhadap kelompok supremasi kulit putih yang ditakutkan akan menyebarkan paham kebencian terhadap minoritas.