Pelaku Penyebar Foto Wanita Mandi di Sungai Dimediasi dengan Korban

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
UU ITE (Ilustrasi) Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
UU ITE (Ilustrasi) Foto: Pixabay

Ni Wayan HA (30) dan ibunya Ni Made AS (50) dibuat resah dengan tetangga prianya, Putu Eka SY (28). Sebab, Putu Eka memotret anak dan ibu ini sedang mandi telanjang di sungai di Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kabupaten Jembrana, Bali.

Putu Eka menyebarkan potret Ni Made AS tengah mandi bertelanjang dada, sedangkan Ni Wayan HA mandi tanpa busana ke media sosial dan menjadi viral.

“Korban marah, termasuk juga ibu, tidak terima wajah dan tubuh mereka viral di medsos,” kata Perbekel Desa Mendoyo Dauh Tukad, Gusti Putu Ediana saat dihubungi, Selasa (29/10).

Ediana menuturkan, kasus ini bermula saat sejumlah warga tengah mandi di sungai tersebut pada Sabtu (26/10) sore. Warga di desa Mendoyo Dauh Tukad memang masih terbiasa mandi di sungai. Apalagi saat ini musim kemarau, air dari PDAM terbatas.

Putu Eka lalu mengambil ponsel. Dia mengambil potret warga yang sedang asyik mandi. Warga tidak keberatan dipotret dengan syarat tidak mengunggah ke media sosial.

Ilustrasi Smartphone. Foto: Pexels

Namun pria beristri itu ingkar janji. Selang beberapa jam, foto Ni Made AS dan Ni Wayan HA yang tengah mandi diunggah Putu ke media sosial dan menjadi viral.

Ni Made AS dan Ni Wayan HA kaget bukan kepalang, foto mereka jadi perbincangan publik. Keluarga ibu-anak ini mendatangi Putu Eka. Mereka keberatan atas perbuatan Putu Eka. Keributan terjadi antar dua keluarga tersebut.

Warga yang mendengar keributan dibuat geger, berdatangan ke rumah Putu Eka. Warga menyarankan keluarga Ni Made AS agar masalah ini diselesaikan di tingkat banjar (setingkat dusun) tapi gagal. Keluarga Ni Made AS hendak melakukan kekerasan terhadap Putu Eka.

Warga lalu melapor ke kepala desa. Pejabat desa meminta masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan. Keluarga Ni Made AS dan Ni Wayan HA tetap keberatan atas sikap Putu Eka yang mengaku mengunggah foto karena bercanda.

Keluarga berencana melaporkan Putu Eka ke polisi.“ Yang jelas korban merasa harga diri (direndahkan) ya, itu yang jadi dasar. Pelaku ini sudah minta maaf dan maafnya sudah diterima tapi korban minta kasus tetap berjalan secara hukum,” ujar Ediana.

Ediana menyayangkan sikap Putu Eka. Sebagai perbekel, Ediana mengaku sering mengimbau warga agar bijak bermedia sosial, namun kali ini justru dilanggar. Tindakan mengganggu privasi justru dilakukan Putu Eka yang merupakan warganya. Dia berharap kasus ini menjadi pelajaran warga, dan korban serta pelaku saling memaafkan.

“Tolong berhati-hatilah kalau medsos dan sebaik-baiknya. Dan ini tyang (saya) juga tidak berhenti lagi, mudah-mudahan dengan pengalaman ini warga bisa berpikir tentang pemanfaatan medsos,” ujar dia.

Sementara itu, Kapolsek Mendoyo Kompol I Made Karsa mengatakan belum ada laporan yang diterima terkait kasus ini. Keluarga Ni Made dan Ni Wayan memang sempat berkonsultasi untuk pelaporan. Namun, upaya mediasi masih dilakukan.

“Kemarin para pihak datang ke polsek. Kemudian kembali ke rumahnya karena akan dibicarakan oleh keluarganya. Tidak ada melapor. (Masih mediasi) iya,” ujar dia