Pelaku Revenge Porn di Pekanbaru Disebut Mahasiswa Unand, Kampus Telusuri

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi video porno. Foto: Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi video porno. Foto: Getty Images

Seorang wanita di Pekanbaru menjadi korban penyebaran video porno oleh mantan pacarnya alias revenge porn. Pelaku berinisial MPA disebut merupakan mahasiswa Universitas Andalas (Unand).

Terkait hal ini Kepala Kantor Humas, Protokoler, dan Layanan Informasi Publik Unand, Dr. Ernita Arif, mengungkapkan pihaknya telah menerima informasi tentang dugaan kejahatan siber tersebut. Pelaku diduga berasal dari Fakultas Ilmu Budaya.

"Pimpinan Unand telah menerima informasi tentang adanya dugaan bahwa terduga pelaku atas kasus tersebut merupakan mahasiswa Unand. Dan sedang dilakukan penelusuran lebih lanjut terkait status mahasiswa tersebut di Unand," kata Ernita, Senin (19/6).

Ernita menyebutkan, Unand menyarankan agar keluarga korban melaporkan kasus ke Satgas PPKS Unand untuk dapat ditindaklanjuti. Pelaporan dapat dilakukan melalui hotline pengaduan ke nomor telepon 0813-7444-9699.

Unand, kata dia, akan terbuka untuk setiap pelaporan terhadap kasus pelecehan seksual yang melibatkan civitas akademika Unand.

"Berdasarkan informasi yang beredar, keluarga korban telah melaporkan kasus tersebut ke kepolisian setempat," ungkapnya.

Video Porno Disebar

X post embed

Kasus ini mencuat usai diunggah akun Twitter @Cakuegurl pada 14 Juni 2023. Dalam unggahannya ia menyertakan isi curhatan korban revenge porn.

Video tak senonoh korban itu dibuat atas paksaan dari pelaku. Pelaku juga menggunakannya untuk mengancam korban untuk mau diajak berhubungan badan saat masih berpacaran.

Korban yang tak tahan dengan sikap pelaku akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hubungan itu. Pelaku lalu menyebarkan video tersebut.

"Teman-teman twitter boleh bantu up ga kasus saudara aku, dia lagi diancam dan dipermalukan (aib disebar) sama mantan pacarnya, tolong bantu up biar pihak berwajib segera bergerak untuk menindaklanjuti pelaku, kasusnya udah jalan tapi belum ada respon balik dari pihak berwajib..," tulis akun Twitter @Cakuegurl.

Video tak senonoh yang menampilkan korban itu disebar ke orang tuanya. Korban difitnah bersama laki-laki lain, padahal laki-laki di video tersebut adalah pelaku.

Tidak hanya ke orang tua, hasil rekaman video secara diam-diam itu juga disebarluaskan pelaku ke semua pelanggan coffee shop tempat sepupu korban bekerja. Video disebar ke followers media sosial milik sepupu korban.

Polisi Dalami Kasus

Kasus ini sudah dilaporkan ke polisi. Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Andrie Setiawan, mengakui kasus ini sedang dalam penyelidikan.

"Masih penyelidikan. Itu kan (awalnya) dumas Polda Riau kemudian dilimpahkan ke kami. Sudah gelar perkara, sudah naik laporan polisi (LP)" kata Andrie.

Andrie menjelaskan, pihaknya masih terkendala dalam penyelidikan. Salah satunya, karena korban masih berada di luar negeri.

"Hambatan sekarang korban masih berada di luar negeri, di Bangkok. Menunggu pulang ke Indonesia. Korban ini berumur 21 tahun," jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, penyelidikan terkendala karena pelaku melakukan penyebaran video dengan mengunakan akun palsu media sosial. Namun, penyelidikan akan tetap terus dilakukan.

"Kami tetap dalami informasi terkait mantan pacarnya ini (pelaku). Berkaitan dengan penyebaran mengunakan akun palsu, kami membutuhkan waktu untuk pendalaman," pungkasnya.