Pelaku Serangan Molotov Maut di Colorado: Masuk AS Pakai Visa Turis
ยทwaktu baca 2 menit

Pelaku serangan molotov di Colorado diidentifikasi sebagai Mohamed Sabry Soliman (45). Namun, otoritas AS hingga saat ini belum merilis secara detail informasi pelaku.
Wakil Kepala Staf Gedung Putih, Stephen Miller, dalam tulisannya di X hanya mengungkap Soliman merupakan warga negara asing yang masuk ke AS memakai visa turis. Namun, tidak disebut asal negara Soliman.
"Dia dapat visa turis dari pemerintahan Joe Biden dan secara ilegal melebihi batas waktu visa itu. Pemerintahan Biden bahkan memberinya izin kerja," kata Miller, sebagaimana dilaporkan AFP, Senin (2/6).
"Migrasi bunuh diri harus sepenuhnya dibatalkan," lanjut Miller.
Serangan itu melukai 6 orang lansia. Pelaku menyerang kerumunan massa yang mendesak agar sandera Israel yang ditahan di Gaza dapat segera dibebaskan.
FBI menyebut serangan itu sebagai serangan teror yang ditargetkan dan telah menangkap pelaku. Kesaksian warga setempat menyebut pelaku sempat berteriak "Bebaskan Palestina!".
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat Soliman yang bertelanjang dada memegang botol bening di tangannya sambil mondar mandir di rumput yang terbakar di dekatnya.
Dia juga berteriak "Akhiri Zionis!" dan "Mereka pembunuh!" kepada sejumlah orang yang mengenakan kaos berwarna merah. Gambar lain menunjukkan asap hitam mengepul di sekitar lokasi serangan.
Kepala Polisi Boulder, Steve Redfearn, mengatakan setidaknya satu korban mengalami luka serius dan kondisinya kritis. Redfearn juga belum mau menyimpulkan apakah motifnya serangan teror terhadap kerumunan pengunjuk rasa.
"Terlalu dini untuk berspekulasi terkait motif," kata Redfearn.
Sempat ada laporan terkait kemungkinan pelaku kedua. Namun, Redfearn memastikan hingga saat ini tidak ada pelaku tambahan.
"Kami yakin kami telah menangkap pelaku tunggal," ujarnya.
Direktur FBI Kash Patel mengatakan serangan itu sebagai serangan teror yang ditargetkan. Sementara Jaksa Agung Colorado Phil Weiser menyebutnya sebagai kejahatan kebencian.
"Orang-orang mungkin memiliki pandangan yang berbeda tentang peristiwa yang terjadi di dunia dan tentang konflik Israel-Hamas, namun kekerasan bukanlah jawaban untuk menyelesaikan perbedaan. Kebencian tidak diterima di Colorado," kata Weiser.
Sementara itu, Gedung Putih mengatakan telah memberi tahu soal serangan di Colorado ke Presiden Donald Trump.
