Pelanggan Kabur Tak Bayar dan Terancam Potong Gaji, Tukang Cukur di Bogor Ikhlas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang tukang cukur di sebuah barbershop di Jalan Roda, kawasan Surya Kencana, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Seorang tukang cukur di sebuah barbershop di Jalan Roda, kawasan Surya Kencana, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Foto: kumparan

Yana, seorang tukang cukur di sebuah barbershop di Jalan Roda, kawasan Surya Kencana, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, mengalami kerugian materiil setelah seorang pelanggan kabur tanpa membayar jasa cukur rambut dan masker rambut yang dibelinya.

Yana menceritakan, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (10/10) sekitar pukul 20.15 WIB. Saat itu, seorang pria muda datang ke barbershop tempatnya bekerja dengan alasan ingin mencukur rambut.

Yana kemudian melayani pria tersebut sesuai permintaan, mulai dari mencukur rambut, keramas, pijat ringan, hingga penataan rambut dengan tarif Rp 70.000.

Selain itu, pria tersebut juga membeli satu masker rambut berwarna hitam yang dijual di barbershop tersebut seharga Rp 20.000.

Setelah seluruh pelayanan selesai, pria itu meminta izin kepada Yana untuk pergi ke ATM guna mengambil uang untuk membayar. Sebelum pergi, ia menitipkan tasnya di barbershop.

“Dia baru pertama cukur di sini, sebelumnya enggak pernah. Pas sudah selesai semuanya, dicukur dan membeli masker, dia titip dulu tas sebentar, katanya mau ke ATM, mau ambil uang. Ya sudah saya jawab iya. Saya sih percaya aja karena kan dia nitipin tasnya juga di sini,” kata Yana saat ditemui di Jalan Roda, Bogor Tengah, Kota Bogor, Selasa (13/10) sore.

Sambil menunggu, Yana mengaku sempat membersihkan tempat kerjanya. Saat berada di ruangan lain, ia mendengar suara pintu depan yang terbuka.

Yana kemudian keluar dari ruangan dan mendapati pria tersebut kembali masuk ke barbershop untuk mengambil tas yang ditinggal oleh pelanggan tersebut.

Namun bukannya membayar, pria itu justru langsung pergi melarikan diri keluar dari barbershop.

Ia juga melihat ada seorang pria lain yang diduga merupakan teman pelanggan tersebut tengah menunggu di depan barbershop dengan sepeda motor.

Yana, tukang cukur di sebuah barbershop di Jalan Roda, kawasan Surya Kencana, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Foto: Dok. Istimewa

Yana pun berusaha mengejar pria tersebut sambil meminta bantuan warga di sekitar lokasi. Namun, pria tersebut kabur bersama temannya yang menunggunya menggunakan sepeda motor.

“Saya langsung coba ngejar ke luar, saya teriak di situ, 'Pak, kok enggak bayar?' Itu ramai orang, ada satpam setempat, ada penjaga toko sebelah, tapi enggak berhasil kekejar karena dia naik motor. Kayaknya itu temannya, soalnya saya lihat nunggu di luar,” ujar Yana.

Total kerugian akibat kejadian tersebut mencapai Rp 90.000, terdiri dari biaya jasa cukur rambut sebesar Rp 70.000 dan masker rambut seharga Rp 20.000.

Penghasilan Terancam Dipotong

Kejadian tersebut turut berdampak pada penghasilannya. Selama empat tahun bekerja di barbershop tersebut, ia menerima penghasilan dengan sistem komisi berdasarkan jumlah pelanggan yang dilayaninya.

Karena pelanggan tersebut tidak membayar jasa cukur dan masker yang dibelinya, Yana terancam harus mengganti kerugian itu melalui pemotongan penghasilannya.

“Karena saya kerja selama empat tahun di sini itu kan sistem komisi. Kalau ada yang cukur, baru saya dapat bagian. Kemarin sudah bilang ke bos, ya mau enggak mau potong dari gaji saya nanti sebesar Rp 90.000 itu,” kata Yana.

Pilih Ikhlas dan Tidak Lapor Polisi

Meski harus menanggung kerugian dari penghasilannya sendiri, Yana mengaku telah mengikhlaskan kejadian tersebut. Ia menilai nominal kerugian itu cukup berarti, tetapi memilih menerima kejadian tersebut dengan lapang dada.

Ia juga bersyukur tidak ada barang berharga lain di barbershop tempatnya bekerja yang hilang.

“Ya saya mikirnya, ya sudah memang takdirnya sudah begini. Walau harus potong gaji, ya sudah saya ikhlas. Mudah-mudahan diganti rezekinya,” katanya.

Yana bersama pemilik barbershop pun sepakat untuk tidak melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Menurutnya, kerugian yang dialami hanya berupa jasa cukur dan masker rambut yang tidak dibayar, tanpa adanya barang lain yang hilang.

Meski demikian, anggota kepolisian dari Polsek Bogor Tengah sempat mendatangi barbershop tempat Yana bekerja pada Selasa (13/10) sore untuk meminta keterangan terkait kejadian tersebut.

Yana menegaskan tetap memilih untuk tidak melapor dan memaafkan pelanggan yang kabur tanpa membayar itu.

“Enggak lapor, karena kan enggak ada yang hilang. Cuma enggak bayar cukur sama maskernya aja. Sudah ngomong ke bos juga enggak bakal lapor. Tadi juga ada Bhabinkamtibmas Polsek Bogor Tengah datang minta keterangan, tapi tetap enggak lapor, pilih ikhlaskan saja, dimaafkan,” tutur Yana.