Pelantikan Gubernur Aceh Tetap Utamakan Protokol Kesehatan

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
PLT Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. Foto: Zuhri Noviandi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
PLT Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. Foto: Zuhri Noviandi/kumparan

Mendagri Tito Karnavian bakal melantik Nova Iriansyah sebagai gubernur definitif Aceh, Kamis (5/11), di gedung utama DPRA, Banda Aceh. Proses pelantikan gubernur akan berlangsung dengan mengutamakan protokol kesehatan.

Sekretaris Dewan (Sekwan) DPR Aceh, Suhaimi, mengatakan sejumlah anggota DPR RI asal Aceh dijadwalkan akan menghadiri pelantikan. Namun, para bupati dan wali kota se-Aceh hanya mengikuti berlangsungnya acara via video conference.

“Besok pagi diutamakan protokol kesehatan. Undangan untuk para bupati semuanya melalui vidcon. Kenapa ini kita lakukan karena kondisi pandemi. Sementara untuk anggota DPR RI ada sekitar 8 orang yang akan hadir,” kata Suhaimi, Rabu (4/11).

Khusus untuk tamu undangan, sebut Suhaimi, sekitar 90 orang bakal menghadiri pelantikan di gedung utama DPR Aceh. Kondisi ruangan dipastikan sudah steril dan telah berkoordinasi dengan bagian protokol Kemendagri.

“Untuk tamu undangan kita utamakan yang penting saja,” ujarnya.

Berkaitan dengan waktu pelantikan, kata Suhaimi, tidak berlangsung lama. Pasalnya setelah pelantikan Mendagri langsung kembali ke Jakarta.

“Hanya penyerahan SK saja dengan sumpah dan pelantikan. Untuk waktu pelantikan juga tidak lama. Mendagri tiba sore ini ke Aceh dan besok setelah pelantikan langsung balik ke Jakarta,” tuturnya.

Sementara itu Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Teuku Ahmad Dadek, menuturkan, pada pelantikan nanti ada beberapa item yang dihilangkan untuk mempersingkat waktu.

“Yang dihilangkan seperti para tamu memberikan ucapan selamat, kemudian untuk tanda jabatan sudah dipasang lebih dulu. Jadi, nanti hanya penyerahan SK saja dengan sumpah dan pelantikan,” katanya.

Meski secara angka COVID-19 di Aceh telah menurun, kata Dadek, pihaknya tetap mengutamakan protokol kesehatan. Para undangan hanya anggota DPRA 81 orang, serta sejumlah tamu penting lainnya sekitar 100 orang. Sedangkan bupati/wali kota hanya mengikuti secara virtual.

“Jadi karena masih pandemi kita tetap utamakan prokes,” ungkap Dadek.

Sementara itu Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Ery Apriyono menyebut pihaknya menerjunkan 521 personel untuk mengamankan pelantikan gubernur tersebut.

Pengamanan dimulai dari proses pelantikan hingga penjemputan Mendagri Tito Karnavian. Nantinya mereka juga bertugas mengamankan arus lalu lintas serta tempat penginapan dan kegiatan Mendagri bersama rombongan.

“Menjelang pelantikan Gubernur Aceh besok, kondisi Aceh saat dalam keadaan aman dan kondusif,” ujar Ery.

Nova Iriansyah menjadi gubernur Aceh menggantikan Irwandi Yusuf yang dipenjara karena kasus korupsi.