Pelataran Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Ditutup untuk Jemaah

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah jemaah berjalan di area sekitar Ka'bah di dalam Masjidil Haram, Arab Saudi, Kamis (5/3). Foto: AFP/ABDEL GHANI BASHIR
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah jemaah berjalan di area sekitar Ka'bah di dalam Masjidil Haram, Arab Saudi, Kamis (5/3). Foto: AFP/ABDEL GHANI BASHIR

Pemerintah Arab Saudi memutuskan menutup wilayah pelataran Masjidil Haram dan Masjid Nabawi untuk pelaksanaan salat pada Jumat (20/3). Hal ini dilakukan demi mencegah penyebaran virus corona di negara tersebut.

Penutupan pelataran dua masjid paling suci untuk umat Islam itu diumumkan oleh Kepresidenan Umum Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Juru bicara pengurus dua masjid suci, Hani bin Hosni Haider, mengatakan jemaah tidak bisa lagi salat di pelataran di luar tembok masjid.

"Pihak keamanan dan kesehatan memutuskan menangguhkan keberadaan jemaah dan pelaksanaan ibadah salat di pelataran luar Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah mulai 20 Maret, sebagai tindak kewaspadaan dan pencegahan dari penyebaran virus corona," kata Haider seperti dikutip dari Al Arabiya.

X post embed

Dalam foto-foto yang diunggah Twitter Haramain Info, terlihat petugas memasang barikade di pelataran Masjid Nabawi. Belum diketahui apakah kebijakan ini berarti tidak ada salat Jumat di dua masjid suci.

Menurut keterangan Haramain Info, jemaah dilarang masuk ke Masjid Nabawi. Pelaksanaan salat berjemaah masih diadakan oleh imam dan beberapa makmum. Tapi salat tersebut tidak terbuka untuk publik.

X post embed

Sebelumnya pemerintah Saudi telah menerapkan langkah ketat untuk mencegah penyebaran corona. Di antaranya menangguhkan umrah dan menutup wilayah sekitar Ka'bah di Masjidil Haram. Sejauh ini ada 274 penderita virus corona di Arab Saudi.