Peluk-Tangis Haru Lina, Jemaah Haji Usia 18 Tahun, Kenang Ayah yang Telah Tiada

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Zahrotun Ulin Nasroh, jemaah haji berusia 18 tahun. Foto: Moh Fajri/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Zahrotun Ulin Nasroh, jemaah haji berusia 18 tahun. Foto: Moh Fajri/kumparan

Zahrotun Ulin Nasroh tak kuasa menahan air matanya yang jatuh perlahan usai memeluk erat ibunya, Husnul Khotimah. Lina, sapaan akrabnya, seakan ingin saling menguatkan dengan ibunya selama berada di Tanah Suci.

Lina, perempuan asal Pati, Jawa Tengah, kelahiran 22 Oktober 2006 ini menjadi salah satu jemaah haji termuda. Usianya baru menginjak 18 tahun. Ia berangkat menggantikan ayahnya, Subkhi, yang wafat pada 2020.

Lina bukan anak pertama, masih ada kakak dan adiknya. Namun, ia sudah mendapat wasiat dari ayahnya untuk berangkat haji. Ayahnya memang saat itu sedang sakit, seperti ada firasat tidak bisa berangkat naik haji.

"Waktu itu saya masih kelas 1 MTs, belum tahu haji itu apa dan bagaimana. Tentu saya merasa kaget, bingung dan bimbang bercampur takut mendapatkan wasiat seperti itu. Ibadah yang saya belum bisa membayangkan sama sekali," ujar Lina di Makkah, Selasa (20/5).

Zahrotun Ulin Nasroh (kanan), jemaah haji berusia 18 tahun bersama ibunya. Foto: Moh Fajri/kumparan

Lina saat itu berdoa untuk kesembuhan ayahnya. Namun, takdir berkata lain, ayah Lina wafat.

Ada alasan mengapa Lina yang dipilih menggantikan keberangkatan ayahnya ke Tanah Suci. Sebab, kakak Lina sudah berumah tangga dan sudah pernah ke Makkah. Sedangkan adik Lina masih SD.

Husnul, ibu Lina, langsung menjalankan wasiat suaminya itu dengan melimpahkan porsi haji dari suami ke Lina.

Zahrotun Ulin Nasroh, jemaah haji berusia 18 tahun. Foto: Moh Fajri/kumparan

Tahun 2021, Husnul mulai mengajukan pelimpahan porsi ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati. Pengajuan tersebut selesai hingga Lina berusia 18 tahun, tepat dengan waktu pemberangkatan ibundanya.

"Sesuai dengan wasiat ayah, tahun 2021 mengajukan pelimpahan porsi. Tapi nunggu sampai umur 18 baru semuanya clear," ujar Lina.

Seiring berjalannya waktu sembari menunggu keberangkatan, Lina memantapkan diri untuk mendampingi dan menjaga ibunya berhaji.

"Walaupun sebenarnya saya sedih sekali. Harusnya bapak yang pergi haji sama ibu," ungkap Lina.

Doa dari Tanah Suci untuk Ayah

Zahrotun Ulin Nasroh, jemaah haji berusia 18 tahun. Foto: Moh Fajri/kumparan

Momen bisa haji tahun ini tentu ingin Lina manfaatkan dengan baik, khususnya melantunkan doa untuk almarhum ayahnya. Ia berharap setelah pulang haji bisa menjadi pribadi yang lebih baik, memperbaiki sikap, dan lebih istikamah dalam beribadah.

Lina juga berdoa agar cita-citanya menjadi polisi wanita bisa terwujud suatu saat nanti. Tak lupa, ia juga tetap fokus menguatkan ibunya selama di Tanah Suci.

“Saya berdoa yang terbaik untuk ibu, semoga kuat menjalani hidup tanpa ayah. Bisa menafkahi keluarga dan panjang umur," kata Lina.