Peluncuran Kartini1, Sri Mulyani: Habis Gelap, Terbitlah Terang

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkap cerita di balik peluncuran Kartu Indonesia 1 atau Kartin1. Dia mengatakan nama Kartin1 diambil dari Raden Adjeng Kartini yang merupakan sosok pelopor kebangkitan perempuan Indonesia.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia, ini mengibaratkan Kartin1 merupakan wujud kebangkitan Direktorat Pajak, yang dulu dianggap negatif karena berbagai kasus korupsi yang menjerat pegawainya.
Pemilihan nama Kartin1, kata Sri Mulyani, sesuai dengan salah satu buku RA Kartini yang berjudul "Habis Gelap Terbitlah Terang."
"Selesai tax amnesty, selesai segala urusan pajak ini. Besok terbitlah terang, ini suatu harapan atau simbol kepada masyarakat bahwa Ditjen Pajak akan pindah ke masa yang terang," kata Sri Mulyani di Kantor Pusat DJP, Jakarta, Jumat (31/3).
Kartin1 akan mengintegrasikan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPW), KTP, BPJS, kartu kredit, SIM, dan Paspor dalam satu kartu sekaligus. Platform kartu sejenis ini juga dipakai di beberapa negara lain seperti Malaysia dengan nama My Card.
Sri Mulyani mengatakan kartini1 bisa membantu masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih mudah. “Kartu yang sifatnya multifungsi untuk menyatukan identitas seseorang wajib pajak yang dikombinasikan dengan identitas pribadi atau dengan program lain seperti BPJS," katanya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi mengatakan penggunaan kartu platform Kartin1 dapat dilakukan menggunakan reader, yang dilekatkan pada EDC (Electronic Data Capture) maupun NFC (Near Field Communication).
"Kartin1 sengaja kita luncurkan jelang bulan April, yaitu menjelang hari kartini. Platform diikuti banyak pihak, soal pajak, nantinya juga e-KTP masuk sebentar lagi didemokan," ujarnya.
