Pemandangan Salat Subuh Perdana di Masjidil Haram pada Umrah Tahap III

Masjidil Haram yang sebelumnya tutup 7 bulan akibat pandemi corona, kini semakin berdenyut. Layanan umrah tahap III telah dimulai Minggu (1/11), jemaah yang diizinkan memasuki masjid terbesar di dunia itu pun kian bertambah.
Pada umrah tahap II, jemaah umrah yang diizinkan 15 ribu orang/hari dan jemaah salat non-umrah sebanyak 40 ribu/hari. Pada tahap III, jemaah umrah bertambah 20 ribu/hari dan jemaah salat 60 ribu/hari.
Penambahan jemaah ini jelas membuat suasana Masjidil Haram lebih ramai dibandingkan masa sebelumnya. Misalnya saja suasana salat Subuh di sekitar Ka’bah pada Minggu pagi.
dari foto-foto yang dilansir pengelola Masjidil Haram (gph.gov.sa), tampak jemaah salat Subuh berjemaah yang juga merupakan jemaah umrah mengitari mataf (tempat tawaf). Sedang jemaah salat non-umrah salat di dalam masjid.
Jemaah Internasional pada Umrah Tahap III
Umrah tahap III juga mengizinkan jemaah dari luar negeri dengan sejumlah persyaratan, mulai bebas corona hingga berusia 18-50 tahun. Hanya saja, mereka harus menjalani karantina kesehatan lebih dulu.
Jadi, jika jemaah mendarat di Arab Saudi hari ini, maka mereka langsung dikarantina di penginapan yang telah dipesan jauh hari sebelumya.Jika setelah 3 hari karantina dan dinyatakan bersih corona, mereka baru dipersilakan umrah.
Semua kegiatan umrah ini dikendalikan lewat aplikasi Itamarna milik Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.
Berikut suasana umrah perdana pada tahap III:
