Pembangunan Jalan Perbatasan di Kalbar Tak Lagi Terhambat Tanah Adat

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Jalur perbatasan Kalimantan Barat-Malaysia (Foto: Novan Nurul Alam/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Jalur perbatasan Kalimantan Barat-Malaysia (Foto: Novan Nurul Alam/kumparan)

Direktorat Jenderal Bina Marga bekerja sama dengan Zeni TNI-AD terus membuka dan membangun jalan baru di perbatasan Kalimantan Barat.

Total jalan perbatasan Kalimantan yang akan dibangun sepanjang 1.900 km di mana 849 km berada di Kalbar. Dari jumlah itu, pada tahun 2016 sepanjang 188,61 km di antaranya masih berupa hutan atau belum land clearing. Tahun 2017 ini akan dikerjakan pembukaan hutan untuk jalan baru sepanjang 81,25 km.

Tentunya ada berbagai permasalahan yang harus dihadapi Zeni TNI-AD dalam membelah hutan. Misalnya harus menghadapi tanah adat yang berada di hutan lindung. Bagaimana cara Zeni TNI-AD agar masalah tanah adat tak lagi menjadi ganjalan dalam membangun jalan perbatasan di Kalimantan?

Jalur perbatasan Kalimantan Barat-Malaysia (Foto: Novan Nurul Alam/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Jalur perbatasan Kalimantan Barat-Malaysia (Foto: Novan Nurul Alam/kumparan)

"Kita mensiasatinya dengan sosialisasi, kita hargai kearifan lokal yang ada, mereka menyampaikan lokasi yang akan dilewati harus diadakan acara adat, pada sosialisasi kita jelaskan kepentingan jalan untuk masyarakat, dan sebagian besar merespon positif," jelas Kepala Pelaksana Kegiatan (kalagiat) Zeni TNI-AD,Kolonel Hastono Djati Sundoro, saat ditemui di proyek pengerjaan jalan Nanga Era-Batas Kaltim, Jumat (28/4).

Zeni TNI-AD juga menjelaskan detil kepada masyarakat tentang kegunaan dan manfaat setelah jalan perbatasan dibuka. Setelah sosialisasi dilakukan, masyarakat mulai terbuka mengenai keberadaan jalan dan manfaatnya terutama mempermudah akses transportasi

"Sekarang penduduk sudah kavling mengkavling tanah di sini itu sisi positifnya, jadi semakin terbuka," tambahnya.

Jalur perbatasan Kalimantan Barat-Malaysia (Foto: Novan Nurul Alam/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Jalur perbatasan Kalimantan Barat-Malaysia (Foto: Novan Nurul Alam/kumparan)

Saat ini justru masyarakat menunggu adanya pembangunan jalan di hutan Kalbar. Bahkan masyarakat rela menyerahkan tanah ataupun kebun yang dimiliki agar dilalui oleh jalan tersebut

"Ada permintaan suatu permukiman minta trase digeser merelakan kebunnya, kalau melewati rumah penduduk kita tidak tutup mata, kita pindahkan, kita gandeng juga kodam dan dari PU juga mendukung," jelas Hastono

Adapun untuk membuka akses Nanga Era-Perbatasan Kalimantan Timur ini terdapat dua Zeni TNI AD yang mengerjakan, saat ini Zeni 18 efektif mengerjakan pembukaan jalan baru sepanjang 28 km dengan anggaran tahun 2017 83,97 miliar dan Zeni 19 mengerjakan 12 km dengan anggaran 35,97 miliar yang melewati kawasan hutan lindung tersebut.