Pembunuh Diduga Sempat Akan Memutilasi Jasad Wanita dalam Kardus di Sumut

Polisi terus menyelidiki kasus pembunuhan, Elvina (21), wanita yang ditemukan tewas di dalam kardus di Komplek Perumahan Cemara Asri, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (6/5).
Polisi menduga pelaku yang juga pacar korban, Michael atau Acai (22), sempat akan melakukan mutilasi. Hal tersebut terlihat pada kondisi mengenaskan.
"Pada saat ditemukan pertama kali, kondisi korban ada dalam kardus. Kemudian kondisi korbannya gosong. Ada luka, ada juga bekas-bekas seperti akan dimutilasi," ujar Kasatreskrim Polrestabes Medan, AKBP Ronny Nicholas Sidabutar, kepada wartawan, Kamis (7/5).
Meski begitu, polisi akan menunggu hasil autopsi terhadap jenazah korban.
“Jasadnya sekarang sedang diautopsi. Saya belum bisa sampaikan hasil autopsinya, sedang diproses," ujar Ronny.
Ronny mengatakan untuk segera membongkar kasus ini, pihaknya telah melakukan pra rekonstruksi, yang melibatkan Acai dan empat orang lainnya. Dia meyakini jumlah tersangka bukan Acai seorang.
“Kita telah ambil keterangan 4 orang, mungkin salah satu atau dua di antaranya, mungkin akan kita jadikan tersangka nantinya," ujar Ronny.
Ia menyebut, salah satu yang mengikuti pra rekonstruksi adalah Jefri (24), teman Acai yang rumahnya diduga dijadikan tempat mengeksekusi korban. Namun polisi belum bisa memastikan apakah Jefri terlibat.
“Kita masih mensinkronkan, keterangan para saksi atau yang kita duga akan kita jadikan tersangka, agar jelas dan terang tindak pidana yang terjadi, dan perannya apa? Siapa pelaku utama dan pelaku pembantunya,” ujar Ronny.
Sebelumnya, Elvina ditemukan tewas di rumah Jefri yang berada di Komplek Cemara Asri, Rabu (6/5) malam. Jasadnya ditemukan di dalam kardus, dengan sejumlah luka bakar.
Ia diduga dibunuh Acai. Usai menghabisi Elvina, Acai diduga berupaya bunuh diri dengan minum racun.
Acai diduga ingin membunuh pacarnya lantaran kesal, cinta mereka tidak mendapat restu orang tua. Kekesalan itu ditunjukkan Acai, dengan meninggalkan surat sebelum bunuh diri.
"Saya sangat mencintai Elvina sehingga saya membunuh, karena pihak dari keluarga tidak menyetujui saya. Saya mau bunuh diri saya. Cinta Elvina (lambang love) Acai," pesan dari kertas yang ditinggal Acai.
Dari informasi yang dihimpun, jasad Elvina, pertama kali ditemukan Jefri. Awalnya kedua pasangan itu datang ke rumah Jefri.
Namun tak lama berselang lama, Jefri pergi ke luar rumah. Tapi begitu Jefri kembali, dia melihat Elvina sudah meninggal sedangkan Acai pingsan.
Ia pun melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian, yang kemudian mengevakuasi keduanya. Keduanya kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Medan.
Jasad Elvina diautopsi, sedangkan Acai diobati. Usai sembuh Acai langsung dibawa ke Polsek Percut Sei Tuan untuk menjalankan pemeriksaan sebelum akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
*****
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
