News
·
6 Agustus 2021 18:27
·
waktu baca 2 menit

Pembunuh Siswa SMP di Sleman Masih Misterius, Berembus Kabar Orang Dekat Ibu

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Pembunuh Siswa SMP di Sleman Masih Misterius, Berembus Kabar Orang Dekat Ibu (14538)
searchPerbesar
Kapolres Sleman AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono ditemui di Pemkab Sleman, Jumat (6/8). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Kasus tewasnya YP (16) remaja SMP di Kalasan, Sleman masih jadi misteri. Korban yang ditemukan bersimbah darah di rumahnya diduga merupakan korban pembunuhan. Namun hingga saat ini belum diketahui siapa pelakunya.
ADVERTISEMENT
"Masih memeriksa saksi-saksi dulu ya. Sementara kita masih memeriksa saksi-saksi," kata Kapolres Sleman AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono ditemui di Pemkab Sleman, Jumat (6/8).
Beredar informasi yang menyebut orang dekat ibu korban terlibat dalam tewasnya YP. Merespons kabar itu, Wachyu masih akan mendalami. "Informasi itu masih kita dalami. Moga-moga segera bisa mengungkap," jelasnya.
Sejauh ini sekitar 6 saksi sudah dimintai keterangan oleh Polres Sleman. Mereka juga dibantu oleh Jatanras Polda DIY untuk mengungkap kasus ini.
"Ya ini masih kita kerjakan, kita diback up juga dengan Jatanras Polda untuk membantu ini. Saksi sekitar 6 orang," ujar dia.
Diberitakan sebelumnya korban YP ditemukan bersimbah darah oleh ibunya di rumahnya di Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman pada Rabu (28/7) malam. Saat peristiwa itu, korban sedang sendirian di rumah.
ADVERTISEMENT
Kanit Reskrim Polsek Kalasan, Iptu Sri Pujo membeberkan korban YP mengalami sejumlah luka di bagian kepala hingga perut.
"Bersimbah darah. Lukanya di kepala belakang, atas, mulut sobek, rambut di kanan kiri ini. Diduga sengaja dibunuh. Intinya seperti itu. Sama perut (lukanya)," kata Sri Pujo dihubungi, Kamis (29/7).
Sri Pujo menjelaskan bahwa pada saat kejadian korban tengah sendirian di rumahnya. Sementara, sang ibu tengah periksa ke rumah sakit. Ibu dan anak ini memang tinggal berdua setelah sang ayah meninggal dunia sekitar lima tahun lalu.
"(Ibunya) baru di luar. Di rumah sakit, berobat. Setelah ibunya masuk didapati meninggal terus minta tolong sama tetangga," ujarnya.
Ketika ibunya masuk itu, korban sudah dalam keadaan telungkup dan meringkuk. Saat ibunya tiba itu, kemungkinan YP sudah dalam kondisi tak bernyawa.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020