Pembunuhan Keluarga di Indramayu: Nama Aman Yani Mencuat, Orangnya Hilang 2016
·waktu baca 2 menit

Nama Aman Yani mencuat dalam persidangan kasus pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Paoman, Indramayu, Jawa Barat. Ia dituduh oleh dua terdakwa yakni Priyo Bagus Setiawan (30) dan Ririn Rifanto (36) terlibat dalam kasus tersebut.
Priyo menyebut nama tersebut saat sidang dakwaan yang digelar pada Februari 2026. Sedangkan Ririn mengungkap nama Aman Yani usai persidangan pada Rabu (29/4).
Aman Yani merupakan paman Ririn. Keduanya sama-sama pernah bekerja dengan korban, Budi, di sebuah bank.
Namun, pihak keluarga Aman Yani merasa janggal oleh pernyataan terdakwa. Sebab Aman Yani sudah hilang kontak dengan keluarga sejak Maret 2016.
"Terakhir yang bersangkutan pamit kepada ibunya untuk membuka usaha di Bandung setelah mundur dari Bank Jabar (BJB). Sejak saat itu, tidak pernah ada kabar lagi," ujar kuasa hukum keluarga, Ruslandi, Minggu (3/5) malam.
Lebih lanjut, Ruslandi menyoroti keanehan dalam keterangan terdakwa yang mengaku bertemu Aman Yani di kawasan Kuliner Cimanuk pada Agustus atau September 2025 untuk merencanakan pembunuhan. Adapun pembunuhan terjadi pada akhir Agustus 2025 lalu.
Padahal, pihak keluarga sudah bertahun-tahun mencari keberadaannya, termasuk melalui informasi orang hilang di media sosial pada 2020 tanpa hasil.
Maka itu pihak keluarga menduga nama Aman Yani sengaja dicatut untuk mengaburkan penyelidikan. Atas dasar tersebut, pihak keluarga melaporkan Priyo atas dugaan perintangan penyidikan (obstruction of justice) serta pencemaran nama baik ke Polres Indramayu.
"Kami melaporkan dugaan obstruction of justice serta fitnah karena menyebut nama Aman Yani dalam persidangan tanpa dasar yang jelas. Kami menduga ini adalah upaya untuk mengaburkan fakta persidangan," tegas Ruslandi.
Misteri Hilangnya Aman Yani
Di sisi lain, adik Aman Yani, Uyat Suratman, mengungkap fakta mengejutkan terkait hilangnya sang kakak selama hampir satu dekade.
Uyat mengaku pernah ada pihak yang mencoba memanfaatkan identitas kakaknya untuk kepentingan finansial.
"Pernah ada yang meminta saya mengaku sebagai Aman Yani untuk mengambil dana pensiun dan gaji terakhirnya. Bahkan saya diminta membuat surat kuasa," ungkap Uyat.
Ia juga menceritakan adanya pesan singkat dari seseorang yang mengaku sebagai advokat utusan Aman Yani pada 2018, namun pihak keluarga meragukan hal tersebut karena sosok yang diklaim sebagai Aman Yani selalu menghindar saat diminta bicara langsung.
Saat ini, laporan resmi telah diterima oleh Polres Indramayu. Pihak keluarga berharap kepolisian tidak hanya mengusut tuntas dugaan fitnah ini, tetapi juga membantu mengungkap tabir misteri keberadaan Aman Yani yang telah hilang selama sepuluh tahun terakhir.
