Pemda DIY Anggarkan Jaminan Hidup Rp 675.000 Per KK untuk 19.200 Keluarga Miskin

Rencana Dinas Sosial (Dinsos) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk memberikan Jaminan Hidup (Jadup) kepada masyarakat miskin ditanggapi oleh Pemda DIY.
Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, telah menyampaikan wacana Jadup ini dalam raker dengan DPRD DIY. Menurut Aji, hitungan sementara besaran Jadup ini Rp 675 ribu per kepala keluarga (KK).
"Di DIY sendiri tadi juga di DPRD kita rembuk bersama nanti akan lihat dulu. Jakarta nanti skemanya seperti apa. Kalau semua yang menjadi target kita untuk diberikan Jadup itu sudah diberikan Jakarta berarti untuk DIY untuk APBD kita akan mencari terus kita berikan untuk kesejahteraan mereka," ujar Aji kepada wartawan, Rabu (1/4).
Bantuan ini akan diberikan dua kali selama masa Tanggap Darurat Corona di DIY. Setidaknya, ada 19.200 keluarga miskin yang menjadi target bantuan ini.
Namun, Aji mengungkapkan pihaknya masih menunggu apakah Jadup ini akan ditanggung pusat atau daerah. Jika ditanggung daerah, maka pendanaan akan menggunakan APBD.
Sedangkan jika Jadup ditanggung pusat, maka pihaknya akan melalukan penelusuran apakah 19.200 KK miskin itu mendapat bantuan semua.
"Kalau Jakarta (dari pemerintah pusat) sudah memberikan (kepastian tanggungan), akan kita ganti alokasinya, kita ubah. Misalnya untuk suplemen kepada masyarakat kepada ODP. Kita belum putuskan itu lihat Jakarta tadi. Kalau Jakarta cukup, kita bisa yang lain," ujarnya.
"Kita lihat 19.200 KK kalau dapat semua dapatnya cukup enggak? Rp 675 ribu per bulan cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Kalau Jakarta (pusat) ngasih Rp 1 juta alhamdulilah. Kalau ngasih 500 kita pikirkan kurangnya," katanya.
Terkait apakah Jadup dalam bentuk uang atau sembako seperti yang diusulkan Dinsos DIY, Aji mengaku pihaknya juga masih akan mengkaji. Bisa juga Jadup ini nantinya dalam bentuk dapur umum.
=====
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
