Pemda DIY Soal Keracunan Massal MBG: Harus Ada Sanksi bagi SPPG yang Berkasus

Kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Peristiwa serupa juga terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menilai perlu ada sanksi kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berkasus. Ini merupakan bagian dari evaluasi.
"Saya kira, ini mekanisme yang dibuat juga harus lebih terinci, ada punishment juga kepada SPPG-nya, seperti itu ya. Kalau mungkin ada kasus-kasus seperti ini, mau bagaimana?" kata Made saat ditemui wartawan di kantornya, Rabu (24/9).
Evaluasi juga dilakukan ke hal mendasar, yaitu waktu memasak. Apakah keracunan yang terjadi akibat memasak yang kepagian sehingga sudah layu ketika dihidangkan.
"Atau mungkin bahan bakunya yang tidak bagus. Terus kemudian, ini kan mekanisme proses yang harus kemudian dilihat, dari sisi pertama, bahan baku, pengolahan makanannya, sama mobilisasinya ke tempatnya (sekolah) di situ seperti apa, kan gitu," bebernya.
Di sisi lain, Made meminta agar tak saling menyalahkan peristiwa yang sudah terjadi. Namun evaluasi yang harus ditekankan tak hanya sekadar progam ini telah berjalan.
"Sebenarnya kan MBG ini untuk membantu, memberikan asupan gizi, ya, bukan kemudian mencelakai siswa, ya. Jadi, saya kira, pola-pola, manajemen, dan lain-lain ini yang perlu kita lihat," katanya.
"Melakukan evaluasi, melakukan monitoring. Bukan sekadar dia sudah berjalan 'sudah kok, saya dengan target sekian-sekian' tapi ada akibat dari itu," bebernya.
Beberapa waktu yang lalu Made telah berkoordinasi dengan Deputi Kemenko Pangan dan Dinas Kesehatan DIY.
"Kami juga cerita terkait dengan persoalan, mau kita ya terbukalah persoalan ini. Dan kami minta kepada Dinas Kesehatan untuk juga bisa membantu, mengawasi dari gizi dan kesehatan," pungkasnya.
Korban keracunan MBG di Indonesia mencapai lebih 5.000 orang. Sejauh ini, belum ada laporan adanya sanksi yang dijatuhkan sebagai bentuk tanggung jawab.
Keracunan MBG di Sleman dan Gunungkidul
Kasus keracunan MBG di Yogyakarta terjadi kepada para siswa di 3 SMP di Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman pada Selasa (12/8) lalu.
Ketiga sekolah ini mendapatkan distribusi MBG dari SPPG di wilayah Mlati. Sebanyak 90 siswa dibawa ke Puskesmas.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Dedi Aprianto mengatakan para siswa mengalami sejumlah gejala seperti mual, diare, dan pusing usai menyantap menu MBG rawon daging sapi.
Ada 90 siswa yang datang ke puskesmas. Tujuh siswa di antaranya dirujuk ke RSUD Sleman. Sementara sebagian lain sudah boleh pulang.
Sementara itu, pada Senin, 15 September 2025 sebanyak 19 siswa di Kapanewon Semin, Gunungkidul, diduga keracunan usai menyantap makanan dari program MBG. Mereka mengalami mual, pusing dan muntah.
Para siswa terdiri dari 15 siswa SD, 3 siswa SMP dan 1 siswa SMP.
