Pemeriksaan CCTV dan Saksi: Timothy Naik ke Lantai 4 Gedung FISIP Unud Sendirian
20 Oktober 2025 11:18 WIB
·
waktu baca 2 menit
Pemeriksaan CCTV dan Saksi: Timothy Naik ke Lantai 4 Gedung FISIP Unud Sendirian
Polisi sudah memeriksa rekaman CCTV dan sejumlah saksi untuk mengusut kematian Mahasiswa Universitas Udayana, Timothy Anugerah Saputra (22 tahun).kumparanNEWS

ADVERTISEMENT
Polisi sudah memeriksa rekaman CCTV dan sejumlah saksi untuk mengusut kematian Mahasiswa Universitas Udayana, Timothy Anugerah Saputra (22 tahun).
ADVERTISEMENT
Hasilnya menunjukkan korban diduga bunuh diri, yakni lompat dari lantai 4 Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana, Rabu (20/10).
"Kalau untuk (korban) jatuh terpeleset, tidak ya. Karena di sana itu (lantai 4) tempat duduk, kemudian ada pagar atau balkon. Jadi lebih memungkinkan korban itu naik (ke pagar) kemudian jatuh seperti itu. Lebih ke unsur sengaja menjatuhkan diri seperti itu," kata Kapolsek Denpasar Barat Kompol Laksmi Trisnadewi Wieryawan saat ditemui di Polsek Denpasar Barat, Senin (20/10).
Dalam rekaman CCTV, terlihat korban seorang diri masuk ke dalam gedung FISIP. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, ada yang melihat korban keluar dari elevator lantai 4. Mereka melihat korban duduk dan membuka sepatu sambil duduk di kursi.
ADVERTISEMENT
Tak berselang lama, mereka tak menemukan korban di kursi namun sepatunya ditinggalkan di sekitar kursi. Dari rekaman CCTV yang sama, terlihat korban jatuh dari Gedung FISIP Universitas Udayana.
"Berdasarkan hasil olah TKP, kemudian pemeriksaan dari saksi-saksi juga, itu kan sudah jelas dari CCTV melihat ada korban datang sendiri ke lokasi. Kemudian ada saksi yang melihat korban keluar dari lift di lantai 4 sendiri, kemudian berjalan kaki dan duduk di lokasi di mana terakhir ditemukan tas dan sepatu milik korban," katanya.
Hasil pemeriksaan saksi-saksi kemungkinan korban bunuh diri karena kasus bullying sangat kecil. Namun polisi belum bisa memastikan alasan korban mengakhiri hidupnya.
"Kemudian kalau untuk menjadi korban pem-bully-an itu dari temannya pun merasa itu sangat kecil sekali kemungkinannya terjadi. Karena korban ini orang yang berprinsip sekali. Jadi bukan tipe-tipe yang seperti akan gampang di-bully seperti itu. Itu pengakuan dari beberapa saksi yang kami minta keterangan," ucap Laksmi.
ADVERTISEMENT
