Pemerintah Catalunya: 90 Persen Pilih Merdeka dari Spanyol

Juru Bicara Pemerintah Regional Catalunya, Jordi Turull mengumumkan hasil referendum kemerdekaan. Hasilnya, mayoritas warga Catalunya setuju bercerai dari Spanyol.
"90 persen memilih merdeka," sebut Turull seperti dikutip dari AFP, Senin (2/10).
Hasil tersebut begitu memuaskan. Pasalnya, referendum tersebut ditentang habis-habisan oleh pemerintah pusat di Madrid
"Jadi sebanyak 2,02 juta warga Catalunya memilih ya dalam pertanyaan yang ada di kertas pemilihan suara apakah kalian mau Catalunya merdeka," sebut Turull.
Dia menambahkan, pemungutan suara lalu diikuti 2,26 juta pemilih.
Kendati referendum telah terlaksana, Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy mengatakan, pemungutan suara itu ilegal. Hasilnya tidak akan pernah diakui.
"Hari ini, tidak pernah ada referendum penentuan nasib di Catalunya," tegas dia.
Pemerintah Spanyol habis-habisan menentang pelaksanaan referendum. Aparat keamanan bahkan menembakkan peluru karet dan memukul para pemilih yang datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Akibatnya, 844 orang menderita cedera. 92 di antaranya mendapat perawatan medis serius.
Sejak bertahun-tahun lalu, Catalunya ingin pisah dari Spanyol. Masyarakat Catalunya merasa bukan bagian dari Spanyol, ditilik dari berbagai sisi, seperti budaya, sejarah, dan ekonomi yang dirasa berbeda dengan Spanyol.
