Pemerintah Didesak Lebih Terbuka soal Kebijakan FIR RI-Singapura
·waktu baca 2 menit

Kebijakan Foreign Information Region (FIR) kini masih diperdebatkan di ruang publik. Apa saja ketentuannya, apa plus minusnya sebagian pihak menilai belum terang disampaikan kepada masyarakat.
Analis politik luar negeri, Connie Rahakundini Bakrie, berpendapat dalam tata negara yang baik, setiap pengumuman penting mestinya tidak menimbulkan pertanyaan.
“Yang membuat kita worry, kok 37 ribu kaki ke bawah punya Singapur, ke atas punya Indonesia atau gimana? Nah, ada hal-hal yang tidak clear,” kata Connie dalam Forum Diskusi Salemba 75 bertajuk ‘Menakar Perjanjian FIR Indonesia-Singapura, Bermanfaatkah untuk Indonesia?’, Minggu (6/2)
Lalu, siapa yang dilibatkan dalam perjanjian tersebut, menurut Connie juga kurang jelas disampaikan kepada publik. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sempat menyebut yang dilibatkan mulai dari Kemenko Marves sampai Kemenhan.
Namun, Connie mendapat informasi ada mantan petinggi TNI AU yang tidak dilibatkan. Namun ia tak merinci, siapa Petinggi TNI AU tersebut.
“Setahu saya pada ramai-ramai kemarin itu beberapa termasuk mantan KSAU menghubungi saya merasa tidak dilibatkan. Jadi ada yang mengagetkan, terlepas dari apa yang disampaikan Pak Menhub,” beber Connie.
Lebih lanjut, Connie mengapresiasi penambahan 249.575 KM persegi yang selama ini merupakan FIR-nya Singapura itu masuk ke Indonesia, namun bagaimana dengan komando dan kendali (Koda), menurut Connie ini penting sebab berpengaruh untuk masa depan kawasan.
“Sekian ribu KM itu pencapaian, tetapi beda dengan Koda (komando dan kendali). Aspek komando dan kendali saya kaitkan dengan masa depan di kawasan,” urai Connie.
Selain itu, soal informasi jumlah traffic di Kepri dan Natuna juga harus terang benderang diungkap ke publik.
“Misalnya ada 5.116 traffic per bulan atau berapa pun dikali berapa dan masuknya ke mana. Jadi, masyarakat tahu, 'oh ini loh FIR ini'. Kembali mesti diterangkan FIR tetap ada hubungannya dengan security. Ini semua akhirnya akan berhubungan dengan Air Traffic System (ATS),” ujar Connie.
Hadir juga dalam diskusi daring itu Menhub Budi Karya Sumadi, Dubes RI untuk Singapura Suryopratomo.
