Pemerintah Diminta Bantu Pengamanan Anies, Soroti Insiden Tasikmalaya-Pontianak
·waktu baca 2 menit

Kampanye Capres 01 Anies Baswedan diwarnai sejumlah insiden saat berinteraksi dengan warga. Di antaranya, Anies sempat dipeluk paksa hingga kacamatanya rusak di Tasikmalaya, dan tak sengaja tertampar warga di Pontianak.
Captain Timnas AMIN, M Syaugi, berharap pemerintah bisa membantu memperketat keamanan Paslon 01 Anies-Muhaimin (AMIN).
"Pak Anies pengin dekat dengan masyarakat, tetapi keamanan tetap nomor satu. Jadi ini tiap hari kita lakukan evaluasi. Mudah-mudahan ke depannya kita berharap pemerintah juga bisa membantu pengamanan," kata Syaugi di Markas Timnas, Jalan Diponegoro 10, Menteng, Jakarta, Kamis (28/12).
"Ini baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, sehingga semua paslon bisa dijamin keamanan dan keselamatannya sampai pemilu dilaksanakan," imbuh dia.
Syaugi mengakui sudah ada pengawalan dari pemerintah, tetapi ia berharap keamanan AMIN bisa ditingkatkan.
"Jadi di pasangan 01 ini tentunya khususnya capres dan cawapres sudah mendapatkan pengawalan dari pemerintah, sudah seperti itu. Namun demikian tetap kita akan meningkatkan pengawalan tersebut," kata dia.
"Sehingga kita berharap hal yang tidak diinginkan, dan saya yakin masyarakat juga akan menjaga dua pasang ini antara Pak Anies dan Pak Muhaimin ini selalu dijaga keselamatannya," tandas dia.
Sebelumnya, video Anies Baswedan 'ditampar' oleh pendukungnya viral di media sosial. Dalam video yang beredar itu, seorang pria bertopi putih tampak mencoba mendekati Anies yang sedang dikerumuni massa dan terlihat tak sengaja menyenggol kepala Anies.
Syaugi menuturkan, peristiwa itu sudah langsung ditindaklanjuti oleh tim keamanan. Ia juga menyerahkan kepada tim keamanan untuk menyelidiki apakah pria bertopi putih tersebut memang tak sengaja menampar Anies.
Di Tasikmalaya, seorang pria mengenakan topi putih terlihat mendekat ke arah Anies dan tiba-tiba menarik kepalanya seraya memeluknya. Ini membuat kacamata Anies tercopot dan terlempar, bahkan berakhir rusak terinjak.
