Pemerintah Diminta Kombinasikan PPKM Darurat dan Lockdown Akhir Pekan
·waktu baca 2 menit

Pemerintah pusat disebut berencana akan menerapkan PPKM darurat di tengah kasus corona yang tengah melonjak. Anggota komisi IX DPR Saleh Daulay mengaku masih menunggu penjelasan pemerintah terkait rencana tersebut.
Menurut Saleh definisi PPKM darurat harus jelas. Jika tidak, dikhawatirkan hasil dari wacana ini akan sama dengan PPKM mikro yang sedang berjalan.
"Tapi, apa itu PPKM Darurat? Perlu definisi yang jelas. Sebab, kalau sama dengan PPKM sebelumnya, ya hasilnya pun akan sama juga. PPKM sebelumnya kan telah dinilai tidak berhasil. Karena tidak berhasil itu, lalu dibuat lagi kebijakan baru. Kalau baru, ya harus ada aspek yang benar-benar membedakannya dengan kebijakan sebelumnya," kata Saleh, Rabu (30/6).
Ketua Fraksi PAN DPR ini merasa heran mengapa pemerintah tidak mau mencoba kebijakan lockdown. Menurutnya, sebenarnya pemerintah dapat mengkombinasikan lockdown akhir pekan dengan PPKM darurat.
"Saya tidak tahu mengapa pemerintah tidak mau mencoba kebijakan lockdown. Atau kalau tidak bisa lockdown total, setidaknya lockdown akhir pekan. Mungkin bisa juga dikombinasikan antara PPKM darurat dengan lockdown akhir pekan," ujarnya.
"Artinya, pada hari-hari kerja, diterapkan PPKM darurat, sementara lockdown akhir pekan diterapkan di akhir minggu. Kelihatannya, kombinasi ini akan menjadi kebijakan yang bisa cepat menurunkan penyebaran virus COVID-19," jelas Saleh.
Terlebih, Saleh mengatakan di kondisi saat ini tantangan semakin sulit. Sebab, semakin banyak masyarakat yang terpapar dan rumah sakit pun penuh.
Selain itu, Saleh mengatakan banyak kalangan yang menilai kebijakan yang diambil pemerintah cenderung hanya berganti nama dan istilah. Sementara pada tataran praktis, kebijakan itu tidak mampu menjawab persoalan yang ada.
"Tentu kesan seperti ini sangat beralasan mengingat banyaknya kebijakan dan istilah yang sudah diterapkan," ucap Saleh.
Tak hanya itu, ia juga mendorong pemerintah mempersiapkan seluruh kebutuhan dalam menghadapi berbagai persoalan COVID untuk beberapa waktu ke depan yakni ketersedian ruang perawatan bagi yang terpapar, tenaga medis, testing dan tracing, serta obat-obatan yang mampu menyembuhkan pasien. Tidak lupa, program vaksinasi harus dipercepat.
"Dan jangan lupa, protokol kesehatan harus diimplementasikan lebih ketat dan tegas. Prokes ini adalah salah satu kunci dalam menghadapi COVID. Soal ini, semua ahli sepakat. Karena itu, prokes harus menjadi garda utama," tandas dia.
