Pemerintah Gelontorkan Rp 1,6 T untuk Vaksin Merah Putih Unair dan Biotis
·waktu baca 2 menit

Pemerintah mengalokasikan anggaran vaksin Merah Putih sebesar Rp 1,6 triliun. Vaksin Merah Putih merupakan hasil studi Unair yang nantinya diproduksi perusahaan farmasi PT Biotis Pharmaceutical Indonesia.
“Kami memang harus mengalokasikan karena kalau tidak dialokasikan dari awal nanti tidak ada anggaran untuk pengadaan ini manakala vaksin itu jadi,” ungkap Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes Dr Lucia Rizka dalam rapat dengan Komisi IX DPR RI yang disiarkan di saluran Youtube DPR, Jumat (1/4).
Mengenai jumlah dan harga per dosis vaksin masih belum ditentukan karena dari produsen vaksin tersebut belum menentukan harga. Namun, Kementerian Kesehatan sudah mendapatkan perkiraannya.
“Untuk jumlahnya kami belum bisa menentukan karena dari produsennya sendiri juga belum menetapkan harga, tetapi paling tidak kami sudah dapat apa, ya, ancer-ancer atau patokan harga untuk vaksin yang bentuknya inactivated virus kita sudah punya patokan,” tuturnya
Anggaran ini direncanakan bulan Agustus atau September 2022. Namun seandainya vaksin belum dapat digunakan, Kemenkes akan melakukan revisi pada anggaran tersebut.
Rizka menjelaskan, vaksin Merah Putih merupakan produk PT Biotis Pharmaceutical Indonesia (Biotis) dan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Vaksin telah melewati uji klinis fase pertama dengan evaluasi baik dan kini tengah memasuki fase dua.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan,Budi Gunadi Sadikin memperkirakan vaksin Merah Putih akan mulai mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) pada Agustus dan September 2022.
“Jadi Merah Putih yang kita lihat bisa selesai adalah vaksinnya Unair dengan PT Biotis dan vaksinnya Baylor dan Bio Farma. Kalau saya lihat jadwalnya di BPOM, EUA-nya keluar semuanya di Agustus dan September, jadi kemungkinan besar program vaksinasi primer kita sudah selesai,” jelas Budi pada 24 Februari 2022.
Reporter: Rachel Koinonia
