Pemerintah Jamin PLTP Baturaden Tak Merusak Lingkungan

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi geothermal (panas bumi) (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi geothermal (panas bumi) (Foto: Pixabay)

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Baturaden tidak berdampak buruk terhadap lingkungan.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM, Yunus Saefulhak. Yunus meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu yang menyebutkan bahwa PLTP Baturaden bisa menimbulkan dampak lingkungan seperti lumpur Lapindo.

"Saya sudah melihat PLTP di berbagai belahan dunia tidak ada yang menimbulkan bencana. Seperti di Islandia, Italia, Amerika Serikat, Filipina dan Kenya, semuanya berjalan baik," ujar Yunus dalam keterangan tertulis, Senin (16/10).

Menurut Yunus, karakteristik panas bumi berbeda jauh dengan minyak bumi dan gas (migas). Migas biasanya terdapat di lapisan sedimen yang lemah dan memiliki tekanan tinggi.

Sedangkan panas bumi berada di lapisan batuan beku dan bertekanan kecil. "Kalau migas tekanannya bisa mencapai 120 bar, sedangkan panas bumi hanya sekitar 20 bar," imbuh Yunus.

Soal penolakan masyarakat, kata Yunus, hal tersebut merupakan hal yang wajar. Pasalnya, masyarakat belum memahami sepenuhnya manfaat yang didapat dari pembangunan PLTP tersebut.

Panas bumi hanya menghasilkan sekitar 1,5% emisi CO2 dibandingkan dengan batu bara dan hanya sekitar 2,7% emisi CO2 dibandingkan dengan gas.

Selain menghasilkan emisi yang sangat kecil, lahan yang dibutuhkan untuk kegiatan eksplorasi panas bumi relatif sedikit. Untuk pembangkit berkapasitas 110 Megawatt (MW), hanya dibutuhkan lahan sekitar 40 hektare dan mensyaratkan lingkungan di atasnya dijaga kelestariannya supaya ketersediaan panas bumi tak terganggu.

Yunus mengatakan, pihaknya saat ini terus mengawal penanganan dampak proyek PLTP yang dilakukan PT SAE. Sebelumnya, PT SAE berkomitmen untuk melakukan perbaikan dari sisi hulu proyek PLTP, pembersihan jaringan pipa akibat tersumbat lumpur, serta perbaikan sistem jaringan perpipaan yang terdampak dan mengganti meteran yang rusak.

Untuk penanganan secara permanen, PT SAE akan membangun bak penampungan air besar untuk konsumsi air buat warga terdampak dan pengeboran sumur air tanah.