Pemerintah Nepal Bentuk Tim Investigasi Jatuhnya Yeti Airlines

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perdana Menteri Nepal Pushpa Kamal Dahal, juga dikenal sebagai Prachanda, menonton siaran televisi langsung setelah sebuah pesawat yang membawa 72 orang jatuh di Pokhara di Nepal barat, Minggu (15/1/2023).  Foto: Pradeep Raj Onta/Handout Sekretaris PM Via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Perdana Menteri Nepal Pushpa Kamal Dahal, juga dikenal sebagai Prachanda, menonton siaran televisi langsung setelah sebuah pesawat yang membawa 72 orang jatuh di Pokhara di Nepal barat, Minggu (15/1/2023). Foto: Pradeep Raj Onta/Handout Sekretaris PM Via REUTERS

Pemerintah Nepal membentuk tim khusus untuk menyelidiki jatuhnya pesawat Yeti Airlines pada Minggu (15/1). Pesawat itu jatuh di daerah Pokhara.

"Pemerintah telah membentuk sebuah panel untuk menyelidiki penyebab kecelakaan itu," kata Menteri Keuangan Nepal, Bishnu Paudel, dikutip dari Reuters.

"Mereka diperkirakan akan melaporkan hasilnya dalam waktu 45 hari," tambah dia.

Pesawat Yeti Airlines yang jatuh jenis ATR72-500 dan sudah berusia 15 tahun. Sebelumnya pesawat berangkat dari Kathmandu dengan membawa 72 orang.

Massa berkumpul di lokasi jatuhnya pesawat yang membawa 72 orang di Pokhara di Nepal barat, Minggu (15/1/2023). Foto: Sagar Raj Timilsina/Handout via REUTERS

Sebelum jatuh, pesawat itu melakukan kontak dengan bandara dari Seti Gorge pukul 10.50 waktu setempat. Kecelakaan ini adalah yang terparah dalam tiga dekade terakhir.

"Setidaknya 68 orang tewas pada hari Minggu ketika sebuah penerbangan domestik jatuh di Pokhara di Nepal," kata Otoritas Penerbangan Sipil Nepal.

Ratusan petugas penyelamat sudah berada di lereng bukit tempat Yeti Airlines jatuh untuk mengevakuasi para korban.

Petugas polisi Ajay K.C. mengatakan, petugas penyelamat mengalami kesulitan mencapai lokasi di ngarai antara dua bukit dekat bandara kota wisata itu.

"Separuh pesawat berada di lereng bukit," kata Arun Tamu