Pemerintah Siapkan Penjara Tua Angker untuk Isolasi Warga Nekat Mudik ke Madiun

kumparanNEWSverified-green

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko PMK Muhadjir Effendy tinjau bekas Rumah Tahanan Militer (RTM) Madiun yang akan dijadikan lokasi isolasi pemudik. Foto: Kemenko PMK
zoom-in-whitePerbesar
Menko PMK Muhadjir Effendy tinjau bekas Rumah Tahanan Militer (RTM) Madiun yang akan dijadikan lokasi isolasi pemudik. Foto: Kemenko PMK

Pemerintah melarang masyarakat mudik lebaran 2021. Hal itu dilakukan demi mencegah melonjaknya penularan COVID-19.

Kebijakan larangan mudik lebaran mendapat dukungan dari seluruh pemerintah daerah termasuk Madiun. Bahkan, Pemkot Madiun sudah menyiapkan tempat isolasi khusus bagi masyarakat yang nekat mudik yakni di bekas rumah tahanan militer (RTM) di Jalan Ahmad Yani.

Menko PMK Muhadjir Effendy dan Wali Kota Madiun Maidi, sempat meninjau penjara tua peninggalan Belanda itu. Muhadjir ingin memastikan apakah lokasi itu layak menjadi tempat isolasi.

"Karena ini sudah viral saya ingin memastikan seperti apa kondisinya," kata Muhadjir dalam keterangannya, Minggu (25/4).

Menko PMK Muhadjir Effendy tinjau bekas Rumah Tahanan Militer (RTM) Madiun yang akan dijadikan lokasi isolasi pemudik. Foto: Kemenko PMK

RTM itu merupakan penjara bekas zaman kolonial. Pemkot Madiun memang mempersiapkan lokasi itu untuk masyarakat yang nekat mudik. Selain itu, meski sudah dibersihkan dan ditata, kesan angker masih terasa di lokasi itu.

"Memang untuk sekarang ini menurut saya belum layak," ucap Muhadjir.

Menko PMK Muhadjir Effendy tinjau bekas Rumah Tahanan Militer (RTM) Madiun yang akan dijadikan lokasi isolasi pemudik. Foto: Kemenko PMK

Lebih lanjut, Muhadjir menuturkan berdasarkan laporan Wali Kota Madiun, mereka sebenarnya sudah menyiapkan lokasi isolasi lain di asrama haji.

Namun RTM juga disiapkan jadi lokasi isolasi jika daya tampung di asrama haji tidak mencukupi.

"Ini sebagai alternatif terakhir kalau tempat karantina yang lain sudah penuh. Tapi saya imbau kepada siapa saja untuk tetap tidak mudik. Karena saya setuju dengan pak wali. Mereka yang nekat mudik nanti ditaruh di sini saja," tutur Muhadjir.