Pemerintahan Trump vs Obama: Perbandingan Jumlah Staf yang Mundur

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Donald Trump dan Barack Obama. (Foto: AFP/Mandel Ngan, AFP/Martin Bureau)
zoom-in-whitePerbesar
Donald Trump dan Barack Obama. (Foto: AFP/Mandel Ngan, AFP/Martin Bureau)

Secara total ada setidaknya 19 orang yang keluar dari lingkaran pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Angka itu menjadi sebuah lonjakan besar bila dibandingkan dengan masa pemerintahan Barack Obama.

Memasuki tahun ke-2 Trump memimpin Amerika Serikat, tercatat ada 19 orang keluar dari lingkaran pemerintahannya, baik mengundurkan diri maupun dipecat. Mulai dari Sally Yates yang turun dari kursi Jaksa Agung AS pada 30 Januari 2017, Reince Priebus yang keluar dari jabatan Kepala Staf Gedung Putih pada 28 Juli 2017, hingga Gary Cohn yang sejak Selasa (6/3) tak lagi menjabat sebagai Penasihat Ekonomi.

Alasannya beragam. Sebagai contoh Gary Cohn mengundurkan diri karena kalah pengaruh di antara lingkaran utama Trump terkait kebijakan pengenaan tarif impor baja dan aluminium. Ada pula mantan Direktur Komunikasi, Hope Hicks, yang mundur setelah diinterogasi selama sembilan jam oleh Komisi Intelijen Kongres dalam penyelidikan campur tangan Rusia di pemilu presiden 2016. Menurut berbagai sumber, Hicks mengatakan bahwa menyampaikan "white lies" atau kebohongan demi kebaikan adalah pekerjaannya sehari-hari di Gedung Putih.

Berdasarkan riset Kathryn Dunn Tenpas, pakar politik di lembaga think tank The Brookings Institution yang dipublikasikan pada Januari 2018, jumlah staf pemerintah yang mengundurkan diri tersebut ternyata tiga kali lebih besar dibandingkan masa pemerintahan Obama dulu.

Mantan Presiden AS, Barack Obama. (Foto: REUTERS/Mark Makela)
zoom-in-whitePerbesar
Mantan Presiden AS, Barack Obama. (Foto: REUTERS/Mark Makela)

Ketika Obama memimpin, ia juga ditinggalkan oleh beberapa pegawainya di awal pemerintahan. Namun, mengutip Elite Daily, secara total hanya ada lima staf yang mundur. Orang yang pertama pergi ialah Ellen Moran sebagai Direktur Komunikasi. Ia mengundurkan diri pada April 2009, yakni hanya berselang tiga bulan setelah inaugurasi Obama.

Selanjutnya ada Penasihat Khusus Van Jones yang mundur karena kontroversi masa lalunya terkait peristiwa 9/11. Kemudian ada Penasihat Gedung Putih Greg Craig yang keluar dari pemerintahan Obama di tengah kritik tentang Teluk Guantanamo.

Dua lainnya yakni Pejabat Pentagon Phillip Carter, yang mundur secara tiba-tiba diakibatkan oleh alasan personal. Terakhir ialah Pejabat Kebijakan Siber Melissa Hathaway, yang keluar karena merasa gagal menjaga keamanan siber nasional.

Menurut Tenpas, staf di pemerintahan AS kali ini lebih banyak yang mundur atau dipecat karena Trump lebih mementingkan kesetiaan ketimbang profesionalitas dan kemampuan stafnya. Di tahun kedua pemerintahan Trump, Tenpas memprediksi dia akan lebih sulit mempertahankan stafnya atau mencari orang yang tepat untuk mengisi posisi yang lowong.

Apalagi, saat ini pemerintah Trump tengah diselidiki atas dugaan campur tangan Rusia dalam pemilu 2016 lalu, sehingga membuat takut para pelamar ke Gedung Putih.

"Dengan penyelidikan (Hakim Robert) Mueller yang semakin panas dalam beberapa bulan ke depan dan meningkatnya kekhawatiran jelang pemilu, para Republikan tidak akan tertarik mengirim lamaran mereka ke 1600 Pennsylvania Avenue (Gedung Putih)," tulis Tenpas.

Mereka Tinggalkan Donald Trump (Foto: Chandra Dyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Mereka Tinggalkan Donald Trump (Foto: Chandra Dyah/kumparan)