Pemilik Akun Asli Icha Shakila Ngaku Pernah Jadi Korban, Video Disebar ke Suami

8 Juni 2024 14:49 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak saat dijumpai di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (24/11/2023). Foto: Thomas Bosco/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak saat dijumpai di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (24/11/2023). Foto: Thomas Bosco/kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Pemilik akun asli Icha Shakila, S, diduga pernah menjadi korban perekaman dan penyebaran video porno dengan iming-iming uang oleh seseorang berinisial M. Dirkrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Ade Safri Simanjuntak, mengungkapkan hal itu terjadi sebelum akun Facebook S di-hack dan diduplikasi oleh pelaku.
ADVERTISEMENT
"Sekitar September 2021, pemilik akun Facebook Icha Shakila dikirimi pesan oleh orang tak dikenal bernama M, yang saat ini akunnya sudah tidak aktif, dan ditawari untuk melakukan pekerjaan dengan iming-iming bayaran yang besar," ucap Ade Safri di Jakarta, Sabtu (8/6).
Awalnya, S diminta untuk mengirimkan foto setengah badan dengan memegang KTP; dan diminta untuk mengirimkan video membuka pakaian. Semuanya dituruti oleh S, baru saat diminta mengirimkan video sedang berhubungan badan, S menolak.
"Kemudian sosok yang belum dikenal, M, mengancam untuk menyebarkan video sebelumnya tersebut bila tidak menuruti perintahnya," ungkap Ade Safri.
S tetap tak memenuhi perintah tersebut. Akhirnya pemilik akun Facebook M mengirimkan video S yang sedang membuka pakaian ke beberapa akun Facebook lainnya.
ADVERTISEMENT
"Pemilik akun Facebook M sempat mengirimkan video membuka semua pakaian milik pemilik akun Facebook Icha Shakila ke suami dan teman-temannya," tuturnya.
Setelah itu pelaku diduga meretas akun Facebook Icha Shakila dan membuat akun duplikatnya dengan menggunakan foto yang sama.
Akun hasil duplikat itulah yang diduga digunakan oleh pelaku untuk menjebak para korbannya dengan meminta mereka membuat video bermuatan asusila menggunakan iming-iming uang.
Saat ini polisi masih memburu sosok M dan orang-orang yang diduga dengan sengaja ikut menyebarkan video dan foto bermuatan asusila yang diambil dari para korban.