Pemilik Lapangan Padel yang Atapnya Ambruk Minta Maaf: Tutup Dulu, Diinvestigasi
·waktu baca 2 menit

Atap lapangan padel di Anwa Racquet Club, Meruya, Jakarta Barat ambruk pada Minggu (26/10) siang. Saat kejadian, ada turnamen tennis dan padel yang tengah berlangsung.
Atas insiden ini, pemilik Anwa Racquet Club, Wawa, meminta maaf kepada penyelenggara turnamen dan para penyewa lapangannya.
“Ya, terima kasih kepada Prime Tournament yang sudah berbesar hati ya, karena ini musibah, bukan maunya kita. Kalau secara teknis semua sudah oke, tapi tadi memang hujan terlalu besar. Sehingga terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Sekali lagi kami mohon maaf,” ucap Wawa saat ditemui usai kejadian.
“Dan kami juga mohon maaf kepada pihak-pihak yang mungkin sudah menge-booking beberapa minggu ke depan. Karena kita harus perbaiki dan kita terus akan memperbaiki lebih kuat lagi. Karena tadi memang hujan terlalu besar. Sekali lagi kami mohon maaf,” tambahnya.
Menurutnya, atap yang ambruk akan langsung diperbaiki. Kini, Wawa tengah menyerahkan proses investigasi kepada pihak kepolisian.
“Tapi kami percaya polisi juga bekerja sama yang baik. Supaya beberapa saat mungkin ditutup dulu, diinvestigasi. Sampai waktu tertentu nanti kita perbaiki lagi,” ucap Wawa.
Wawa tak bisa berjanji kejadian serupa tidak terulang lagi nantinya. Namun, ia memastikan pihaknya akan melakukan yang terbaik dalam perbaikannya.
“Di dunia ini tidak ada yang pasti. Tapi kita do the best ya. Kita juga nggak tau kapan kita meninggal. Jadi kita do the best aja,” ucap Wawa.
“Yang penting kita dari pihak Anwa cepat respons. Dan saya sendiri hari ini sampai tidak bisa pergi beribadah padahal sudah dekat pintu gereja. Saya balik karena langsung tanggung jawab saya. Walaupun saya juga punya jam-jam ibadah di malam hari. Dan setiap harinya,” tambahnya.
Wawa menilai insiden atap ambruk ini murni merupakan musibah. Menurutnya, tak ada fondasi dari atap yang lemah dan tempatnya sudah mengantongi izin operasi.
“Berizin. Kalau nggak berizin nggak bisa ya. Karena ini besar sekali,” ucap Wawa.
“Menurut saya tidak ada (fondasi) yang lemah. Jadi sedang diinvestigasi,” lanjutnya.
Diketahui, tidak ada korban jiwa maupun luka akibat insiden ini. Hujan serta angin kencang dinilai menjadi penyebab ambruknya atap yang menutupi 6 lapangan itu.
