News
·
6 Mei 2021 19:29

Pemilik Tempat di Ubud, Bali, Bantah Gelar Kelas Orgasme

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Pemilik Tempat di Ubud, Bali, Bantah Gelar Kelas Orgasme (1118865)
searchPerbesar
orgasme Foto: Shutterstock
Polisi mendatangi pemilik studio yang menggelar kelas orgasme di Kabupaten Gianyar, Ubud, Bali. Pemilik membantah acara tersebut akan digelar di tempatnya.
ADVERTISEMENT
Kapolres Gianyar, AKBP Dewa Made Adnyana, mengatakan berdasarkan pengakuan pemilik, studio miliknya memang pernah diminta untuk dijadikan tempat kelas orgasme. Permintaan tersebut diajukan seseorang tahun 2019 lalu. Pemilik menolak karena tak sesuai adat dan budaya Bali.
"Namun yang bersangkutan menolak karena tidak sesuai dengan adat maupun kebudayaan di Bali. Kemudian dari hasil juga dengan kelian adat di sana juga tidak ada (penyelanggaraan tersebut). Kemudian di lokasi tersebut hubungan dengan desa adat juga bagus," kata dia saat dihubungi, Kamis (6/5).
Menurut pemilik, studio tutup selama pandemi virus corona. Pemilik juga sedang merenovasi sehingga tidak melayani pemesanan tempat untuk mengadakan kegiatan.
"Lokasi itu sudah tutup sejak pandemi COVID-19 ini. Kemudian di lokasi tersebut juga itu sedang renov juga, jadi tidak ada buka (pemesanan tempat)," kata dia.
ADVERTISEMENT
Dewa mengatakan, akan berkoordinasi dengan Imigrasi Kelas I TPI Denpasar untuk menentukan langkah selanjutnya. Hal tersebut karena tidak diketahui identitas penyelenggara acara dan postingan promosi acara di laman web telah dihapus.
"Kita koordinasi dulu dengan imigrasi mencari pemilik akun. Kita selidiki, koordinasi dengan imigrasi," kata dia.
Seperti diketahui, kelas orgasme bertajuk "Tantric Full Body Orgasm" dipromosikan website eventbrite. Acara tersebut akan digelar pada Sabtu (8/5) pukul 10.00 hingga 18.00 WITA di Jalan Penestanan, Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali.
Biaya pendaftaran sebesar 20 euro atau setara sekitar Rp 340 ribu per orang. Penyelenggara berencana merekam kelas tersebut untuk tujuan promosi ke Eropa.
Sebelumnya, promosi kelas bertajuk yang sama juga sempat dicanangkan WN Australia bernama Andrew Irvine Bares (50).
ADVERTISEMENT
Ia berencana menggelar acara kelas orgasme pada Sabtu (6/3) hingga Selasa (9/3) di sebuah hotel di Ubud. Ia memasang tarif 500 dolar AS atau setara Rp 7,2 juta per orang.
Acara tersebut batal setelah Kemenhumhan menginterupsi hotel dan memanggil Andrew. Kemenkumham tak mendeportasi Andrew karena acara telah dibatalkan.