Pemilu 3 Hari Belanda Digelar di Tengah Pandemi COVID-19

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Papan pengumuman pemilihan di Den Haag, Belanda. Foto: Piroschka van de Wouw/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Papan pengumuman pemilihan di Den Haag, Belanda. Foto: Piroschka van de Wouw/REUTERS

Pemilu selama tiga hari di Belanda akan dimulai pada Senin (15/3/2021). Pemilu digelar untuk menentukan pemimpin untuk empat tahun ke depan.

Berbeda dengan pemilu sebelumnya, pesta demokrasi pada 2021 digelar di tengah pandemi COVID-19. Belanda merupakan negara dengan rata-rata tingkat infeksi virus corona tertinggi di Eropa.

Masalah virus corona menjadi salah satu isu panas yang mengemuka jelang pemilu. Beberapa kelompok masyarakat menolak lockdown. Bahkan sehari sebelum pemilu, demo menolak lockdown berujung rusuh di Den Haag.

Warga melewati papan pengumuman pemilihan di Den Haag, Belanda. Foto: Piroschka van de Wouw/REUTERS

Saat ini, negara dengan penduduk 17 juta jiwa itu mencatatkan 1,1 juta kasus corona dan 16 ribu lebih kematian terkait COVID-19.

Catatan buruk Belanda dalam menangani virus corona termasuk soal kewajiban memakai masker yang plin plan dan terlambatnya memulai vaksinasi.

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte. Foto: REUTERS / Eva Plevier

Meski cara pemerintah menangani pandemi terus jadi pro-kontra, PM Mark Rutte dan Partai VVD diprediksi bakal kembali menang. Salah satu faktor pendukung, sistem medis di Belanda tidak pernah nyaris runtuh akibat gempuran pandemi COVID-19.

Oleh sebab itu, jajak pendapat terakhir menunjukkan VVD ada peringkat wahid. Mereka diprediksi menang 21-26 persen suara.

Jika prediksi tersebut benar maka Rutte bakal jadi salah PM yang masa kekuasaan terpanjang di Eropa saat ini. Rutte sudah berkuasa di Belanda sejak 2010.