Pemimpin G7 Dijadwalkan Bertemu, Bahas Pengakuan atau Sanksi pada Taliban

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang Marinir AS meraih seorang bayi di atas pagar kawat berduri selama evakuasi di Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Kamis (19/82021). Foto: Omar Haidiri / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Seorang Marinir AS meraih seorang bayi di atas pagar kawat berduri selama evakuasi di Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Kamis (19/82021). Foto: Omar Haidiri / AFP

Pemimpin negara G7 akan bertemu membahas situasi Afghanistan di bawah Taliban. Pertemuan pada Selasa (24/8/2021) tersebut akan digelar secara virtual.

G7 merupakan kelompok negara-negara maju yang beranggotakan Amerika Serikat, Inggris Raya, Italia, Prancis, Jerman, Kanada, dan Jepang. Pertemuan virtual nanti vital bagi masa depan Afghanistan.

Pemimpin G7 akan mendiskusikan suara bulat untuk mengakui Pemerintahan Afghanistan atau menjatuhkan sanksi pada Taliban.

Pejuang Taliban berlatih dengan senjata mereka di lokasi yang dirahasiakan di Afghanistan 14 Juli 2009. Foto: STR/REUTERS

"Para pemimpin G7 sepakat untuk berkoordinasi terkait jika dan kapan mengakui Taliban," kata salah seorang diplomat Eropa kepada Al-Jazeera.

Diplomat tersebut menambahkan, jika sanksi dijatuhkan maka diharapkan Taliban akan menghormati HAM dan hak perempuan. Taliban juga akan diminta lebih menghormati hubungan internasional.

Infografis Taliban. Foto: Tim Kreatif kumparan

Sampai saat ini belum ada negara yang mengakui kekuasaan Taliban secara resmi di Afghanistan. Namun, China, Rusia serta sejumlah negara lain membuka peluang berhubungan dengan Afghanistan.

China bahkan menyatakan siap menjalin hubungan baik dengan Taliban. Niat China disambut baik Taliban. Kelompok itu berkomitmen China akan memegang peranan penting dalam pemulihan dan pembangunan di Afghanistan.

collection embed figure