Pemimpin Hizbullah Lebanon Bertemu dengan Pejabat Hamas & Jihad Islam

25 Oktober 2023 17:58 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pemimpin Hezbollah, Sayyed Hassan Nasrallah (tengah). Foto: AFP/ANWAR AMRO
zoom-in-whitePerbesar
Pemimpin Hezbollah, Sayyed Hassan Nasrallah (tengah). Foto: AFP/ANWAR AMRO
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Sekjen Hizbullah Lebanon, Hassan Nasrallah, bertemu dengan para pejabat senior dua kelompok bersenjata Palestina, Hamas dan Jihad Islam Palestina (Palestine Islamic Jihad/PIJ).
ADVERTISEMENT
Dalam pertemuan itu, Nasrallah bersama orang nomor dua di Hamas Saleh al-Aruri dan pemimpin PIJ Ziad Nakhalahe, membahas upaya mencapai 'kemenangan nyata' dalam perang melawan zionis Israel.
Dikutip dari AFP, kabar ini diungkap oleh Hizbullah dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Rabu (25/10). Pertemuan tersebut berlangsung di sebuah lokasi yang dirahasiakan di Lebanon — tanpa disebutkan kapan.
Hizbullah Lebanon, Hamas, dan PIJ merupakan anggota 'poros perlawanan' — sekutu dekat Iran termasuk Palestina, Lebanon, dan Suriah, yang melawan penjajahan zionis Israel. Hizbullah berdiri pada 1982 sebagai respons atas agresi Israel yang mencoba menginvansi wilayah selatan Lebanon.
"Mereka mendiskusikan apa yang harus dilakukan oleh 'poros perlawanan' pada tahap kritis ini untuk mencapai kemenangan yang nyata di Gaza dan Palestina serta menghentikan agresi brutal Israel," bunyi pernyataan Hizbullah Lebanon.
Pemandangan menunjukkan kerusakan setelah penembakan Israel di desa Dhayra, dekat perbatasan dengan Israel, di Lebanon selatan, Rabu (11/10/2023). Foto: Mohamed Azakir/REUTERS
Selain itu, ketiga kelompok bersenjata juga membahas insiden-insiden terbaru di Jalur Gaza sejak Hamas meluncurkan Operasi Badai Al-Aqsa ke wilayah selatan Israel 7 Oktober lalu, yang oleh Israel diklaim menewaskan lebih dari 1.400 warganya.
ADVERTISEMENT
"Nasrallah dan para pemimpin militan Palestina sepakat untuk terus berkoordinasi dan setiap hari menindaklanjuti perkembangan yang terjadi," tambah pernyataan Hizbullah Lebanon.
Pertemuan ketiganya juga membahas serangan lintas perbatasan yang terjadi antara militer Israel dengan Hizbullah saat ini. Sedikitnya 52 orang telah tewas di Lebanon — sebagian besar militan Hizbullah dan 4 di antaranya warga sipil.
Adapun kabar mengenai pertemuan ini muncul ketika Hizbullah dan kelompok bersenjata Palestina terlibat dalam baku tembak yang sudah berlangsung sejak Operasi Badai Al-Aqsa pecah.
Pertemuan itu juga berlangsung di saat militer Israel sedang bersiap meluncurkan serangan darat ke Jalur Gaza yang dibombardir, dengan misi menghancurkan petinggi-petinggi Hamas.