Pemkab Aceh Timur Salurkan Bantuan lewat Udara ke Wilayah yang Terisolir

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Prajurit TNI AU Skadron Udara 2 bersiap mendistribusikan helibox berisi bantuan untuk pengungsi banjir menggunakan metode Container Delivery System dengan pesawat CN 295 di Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Selasa (2/12/2025). Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Prajurit TNI AU Skadron Udara 2 bersiap mendistribusikan helibox berisi bantuan untuk pengungsi banjir menggunakan metode Container Delivery System dengan pesawat CN 295 di Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Selasa (2/12/2025). Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA FOTO

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur berhasil menembus sekitar 70 persen wilayah yang terisolasi akibat banjir bandang sejak Jumat (28/11) lalu.

Bantuan itu dikirim lewat udara, ke sejumlah kecamatan di Aceh Timur.

"Itu Kecamatan Peunaron, saya kemarin pimpin langsung untuk menembus longsor. Kita sudah bisa bawa logistik," kata Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, kepada kumparan, Rabu (3/12).

"Sementara di Kecamatan Lokop, di Dusun Karang Kuda yang rumahnya semua tersapu banjir, kita juga sudah bisa tembus sementara di pusat Kecamatan Lokop, bantuannya dibawa melalui helikopter, kemarin yang ada di dalam helikopter itu Pak Gubernur Aceh," ucap Iskandar.

Momen Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky menerobos lumpur menyalurkan bantuan untuk korban banjir di wilayah pedalaman di Aceh Timur, Selasa (2/12/2025). Foto: HO-Dok Pemkab Aceh Timur/ANTARA

Selain lewat udara, Pemkab juga memanfaatkan perahu-perahu nelayan untuk mengirim logistik. Ada 3 ton logistik yang dikirim ke Kecamatan Simpang Jernih menggunakan kapal.

"Pagi ini saya kirim 3 ton beras menggunakan boat nelayan yang kita suplai BBM-nya, 10 jeriken untuk tembus ke sana dari Aceh Tamiang ke Simpang," sambungnya.

Setelah berhasil menjangkau titik-titik yang sempat terisolasi, Iskandar akan membersihkan lumpur dan mengecek jalan yang putus. Agar bantuan logistik bisa lebih terdistribusi.

"Insya Allah, kalau 2-3 hari lagi saya bersihkan lumpur dan jalan yang putus dengan bantuan alat berat yang saya kerahkan dari warga setempat sudah tembus ke Julok, maka saya akan berangkat ke Julok lagi," katanya.

Data terkini menurut Iskandar, setidaknya 30 orang tewas di Aceh Timur akibat bencana ini. Ia sempat turun ke daerah di mana kondisi lumpurnya setinggi leher.