Pemkab Bogor Hentikan Sementara Proyek Perumahan di Sentul Bogor Imbas Banjir

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Momen sebuah mobil di Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, hanyut terbawa air deras. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Momen sebuah mobil di Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, hanyut terbawa air deras. Foto: Istimewa

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menghentikan sementara pembangunan proyek perumahan di area Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Hal itu menyusul dugaan penyebab banjir yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.

Plt Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto, mengatakan pemberhentian itu bersifat sementara sembari menunggu proses kajian dan evaluasi menyeluruh terhadap perizinan.

“Sampai nanti hasil evaluasi selesai, baik terkait masalah perizinan maupun kekuatan lahan,” ujarnya, Rabu (18/2).

Bisa Stop Selamanya

Eko menuturkan, jika hasil kajian menyatakan kekuatan lahan masih layak, maka pengembang perumahan masih bisa melanjutkan pembangunan.

Sebaliknya, jika kekuatan lahan dinilai tidak layak, pembangunan perumahan tersebut tidak dapat dilanjutkan.

“Apakah setelah itu masih layak untuk dibangun perumahan, kalau tidak harus menunggu hasil kelayakan,” ucapnya.

“Kalau nanti hasil evaluasi kekuatan lahannya tidak layak, berarti tidak boleh dilanjutkan. Bahkan bisa kita stop untuk selamanya,” tegasnya.

Plt Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto. Foto: kumparan

Ia belum bisa memastikan apakah banjir yang terjadi disebabkan oleh pembangunan perumahan tersebut. Menurut dia, hal itu masih dalam tahap pengkajian.

Menurutnya, secara peruntukan ruang, kawasan tersebut masuk kategori perkotaan yang memang dimungkinkan untuk pembangunan perumahan.

Namun, peristiwa banjir kemarin menjadi dasar dilakukannya penelitian lebih lanjut terhadap kondisi lahan.

“Dengan adanya kejadian kemarin, perlu dilakukan penelitian terkait kekuatan lahan,” ujarnya.

Drainase Belum Jadi

Eko menuturkan bahwa banjir tersebut disebabkan drainase yang belum dibikin.

"Belum membuat drainase, keburu hujan. Berurutan begitu itu masalahnya, jadi kalau mereka membuat drainase dulu untuk aliran air, saya kira tidak seperti kemarin," ujar Eko.