Pemkab dan Pemkot Tangerang Sekat Pemudik Lebaran di Tol hingga Jalan Arteri

Pemerintah Kabupaten dan Kota Tangerang, tengah menyiapkan mekanisme penyekatan bagi pemudik saat Lebaran 2021. Penyekatan mulai dilakukan di sejumlah ruas jalan, mulai dari arteri, jalan lingkungan alias kampung hingga tol.
Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, mekanisme peyekatannya seperti apa masih akan dibahas. Dia saat ini sedang berkoordinasi dengan instansi terkait seperti kelurahan, kecamatan, provinsi hingga pemerintah pusat.
"Larangan mudik kita akan lanjutkan semuanya, dan kita akan sebar luaskan kepada seluruh instansi dan seluruh masyarakat. Lalu, kita akan koordinasi juga dengan sejumlah pihak, karena nantinya, penyekatan tidak hanya dilakukan di jalur arteri, namun ada juga di tol lalu jalan lingkungan" katanya, Rabu (31/3).
Menurutnya, larangan mudik yang telah ditetapkan pemerintah pun sangat tepat, mengingat, setiap waktu libur panjang, kasus aktif COVID-19 di daerah mengalami lonjakan.
"Hal ini sudah bagus, karena bisa menekan angka kasus aktif di waktu libur panjang," ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah pun juga menyambut baik larangan mudik. Pihaknya juga akan mendirikan posko check point sebagai lokasi penyekatan masyarakat yang hendak mudik.
"Pemkot akan terapkan beberapa check point guna mendukung pelarangan mudik. Walaupun memang, sekarang angka terkonfirmasi sudah landai sekitar 20 kasus pada setiap harinya, namun kami tetap memberlakukan PSBB atau PPKM berbasis mikro untuk mendukung percepatan penanganan," ungkapnya.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memperkirakan, sebanyak 27,6 juta orang akan tetap mudik meski pemerintah telah resmi memberlakukan larangan mudik pada Lebaran 2021 ini. Keputusan larangan mudik ditetapkan melalui rapat koordinasi Kemenko PMK dan diumumkan pada Jumat (26/3).
Budi Karya mengungkapkan, pihaknya telah melakukan survei secara online pada Maret 2021, terkait respons masyarakat atas kebijakan larangan mudik. Menurutnya, survei dilakukan Balitbang Kemenhub bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan media.
