Pemkab Jember Gelar Kegiatan Si Rambo dalam Menjaga Angka Inflasi Daerah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bupati Jember Hendy Siswanto dalam memimpin rapat Sinergi dan Kolaborasi Mingguan setiap Rabo (Si Rambo) di Kantor Taspen Jember, Rabu (29/5/2024). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Bupati Jember Hendy Siswanto dalam memimpin rapat Sinergi dan Kolaborasi Mingguan setiap Rabo (Si Rambo) di Kantor Taspen Jember, Rabu (29/5/2024). Foto: Dok. Istimewa

Bupati Jember Hendy Siswanto memimpin rapat bertajuk Sinergi dan Kolaborasi Mingguan setiap Rabo (Si Rambo) yang berlangsung di Kantor Taspen Jember, Rabu (29/5).

Acara ini merupakan kegiatan rutin dan menjadi upaya yang menggugah partisipasi berbagai pihak terkait untuk bersama-sama mencermati setiap gejala yang dapat mempengaruhi inflasi daerah.

"Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi inflasi di Kabupaten Jember dan Jawa Timur, juga membahas terkait langkah strategis untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat," ujar Hendy.

Dia mengeklaim, pelibatan aktif beragam pemangku kepentingan membuahkan hasil yang efektif untuk mengatasi masalah inflasi. Sebab, banyak pihak yang terlibat menyokong langkah kebijakan pemerintah. Sehingga, Si Rambo terus diselenggarakan.

Berbagai pihak dilibatkan dalam rapat Si Rambo dalam menjaga inflasi daerah yang digelar di Kantor Taspen Jember, Rabu (29/5/2024). Foto: Dok. Istimewa

Sebagai catatan, inflasi tahunan dalam rentang antara Desember 2022 sampai Desember 2023 inflasi Jember berada pada angka 2,29 persen. Menjadi yang terendah ke-6 se-Indonesia dari 90 kabupaten/kota.

Menurut Hendy, capaian tersebut berkat masukan, saran dan dukungan banyak pihak kepada Pemkab Jember dalam pelaksanaan kebijakan daerah menangani inflasi. Sebelum tahun 2022, inflasi di Jember sangat tinggi.

"Bahkan dulu Jember tidak diperhitungkan. Tapi, alhamdulillah saat ini bisa menjadi pusat perekonomian di wilayah Tapal Kuda," tuturnya.

Oleh karena itu, lanjut Hendy, Pemkab Jember rutin mengadakan Si Rambo bersama forkopimda, kepala OPD, perbankan, perguruan tinggi, dan sejumlah organisasi masyarakat.

"Tentunya kita juga tidak bekerja sendiri, harus ada pihak lainnya yang menjadi penyokong penting dalam tumbuhnya ekonomi masyarakat," tutupnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) merekomendasikan agar Pemkab Jember memprioritaskan pengendalian usaha sektor pertanian dan perkebunan. Mengingat, sektor ini paling dominan mempengaruhi inflasi. Intervensi pemerintah sangat diperlukan untuk mencegah gejolak harga.

(RB)