Pemkab Minta Bantuan Damkar Kota Tangerang Atasi Kebakaran TPA Jatiwaringin

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api saat asap mengepul dari sampah yang terbakar di lokasi TPA Jatiwaringin di Tangerang, Provinsi Banten, Indonesia, 1 Juli 2026. Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana
zoom-in-whitePerbesar
Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api saat asap mengepul dari sampah yang terbakar di lokasi TPA Jatiwaringin di Tangerang, Provinsi Banten, Indonesia, 1 Juli 2026. Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana

Pemerintah Kabupaten Tangerang meminta bantuan armada pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Tangerang untuk mempercepat penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk.

Kebakaran di TPA Jatiwaringin diketahui telah memasuki hari ketiga pada Kamis (2/7/2026).

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengatakan, tambahan armada diperlukan agar penyiraman dapat menjangkau lebih banyak titik, sekaligus mengantisipasi api merambat ke timbunan sampah yang belum terbakar.

"Yang kedua, kami sudah juga coba hubungi Pemerintah Kota Tangerang supaya bisa membantu armada mobil Damkar-nya, ya, untuk bisa menambah porsi yang bisa dilaksanakan penyiramannya. Artinya lokasi-lokasinya bisa bertambah kita penyiramannya," kata Maesyal di lokasi, Kamis (2/7).

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid, saat memberikan keterangan terkait kondisi terkini Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (2/7/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

Menurut Maesyal, penyebaran api dipengaruhi kondisi angin sehingga upaya pembasahan juga dilakukan pada area yang belum terbakar.

"Kalau misalkan diperkirakan ya sekitar lima hektare lah ya. Karena spot-spot ini apinya, jadi tidak satu hamparan. Jadi spot-spot kalau misalkan ada di satu titik yang kebakaran, kalau tidak angin kita bisa cepat padamkan," ujarnya.

"Tapi kalau ada angin, itu bisa menjalar ke lokasi-lokasi yang lain. Makanya tadi kami minta bantuan armada kebakaran dari Kota Tangerang untuk bisa membantu menjaga antisipasi lokasi timbunan sampah ini yang tidak terbakar tetap kita basahi juga di samping kita memadamkan yang ada apinya," sambungnya.

Selain fokus pada pemadaman, Pemkab Tangerang juga mulai melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap warga yang terdampak asap kebakaran.

Kondisi terkini Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (2/7/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

"Mulai hari ini insyaallah puskesmas dan Dinas Kesehatan akan mendatangi ke rumah masing-masing keluarganya untuk dicek kesehatannya yang terdampak dengan adanya asap yang datang di wilayah sekitar," tutur Maesyal.

Di tengah proses penanganan kebakaran, Maesyal memastikan operasional TPA Jatiwaringin tetap berjalan. Menurut dia, pengaturan dilakukan agar truk sampah tidak menumpuk saat memasuki area TPA.

"Masih jalan. Bahkan ada lokasi yang kosong sementara kita masukkan dulu supaya tidak ada antrean panjang dan sampah-sampah yang ada di wilayah se-Kabupaten Tangerang bisa juga dibawa ke sini," katanya.

Sebelumnya, TPA Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, terbakar pada Selasa (30/6). Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran TPA Jatiwaringin melalui Keputusan Bupati Tangerang Nomor 609 Tahun 2026 yang berlaku selama 14 hari, yakni mulai 1 hingga 14 Juli 2026.