Pemkab Sidoarjo Hentikan Gaji Staf Setda yang Terlibat Pesta Gay di Surabaya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polrestabes Surabaya menunjukkan tersangka kasus pesta gay, Rabu (22/10/2025).  Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Polrestabes Surabaya menunjukkan tersangka kasus pesta gay, Rabu (22/10/2025). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo merekomendasikan penghentian gaji kepada seorang staf berinisial MB, yang merupakan staf Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setda).

MB terlibat pesta seks sesama jenis atau pesta gay di Surabaya.

“BKD (Badan Kepegawaian Daerah) sudah berkoordinasi dengan Polrestabes dan sudah mendapatkan surat penahanan yang bersangkutan,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo, Fenny Apridawati, saat dikonfirmasi, Jumat (24/10).

Fenny menyampaikan, berdasarkan laporan BKD Sidoarjo, langkah administratif yang dilakukan Pemkab Sidoarjo adalah menghentikan gaji MB.

“BKD sudah menyampaikan surat rekomendasi penghentian gaji yang bersangkutan,” ucapnya.

“Pemerintah daerah akan memberikan sanksi kepada yang bersangkutan atas kasus yang dihadapi sesuai norma dan etika ASN,” tambahnya.

Badan Kepegawaian Daerah Sidoarjo. Foto: kumparan

Pemkab Sidoarjo tetap berkoordinasi dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan oleh Polrestabes Surabaya.

“Atas asas praduga tak bersalah, kami menghormati proses hukum yang dilakukan Polrestabes terhadap yang bersangkutan dan akan terus berkoordinasi dengan Polrestabes,” katanya.

Sebelumnya, sebanyak 34 orang ditangkap polisi karena menggelar pesta gay di sebuah hotel di Surabaya, Sabtu (18/10).

Penggerebekan dilakukan Ditsamapta dan Satreskrim Polrestabes Surabaya. Berdasarkan video yang dibagikan Ditsamapta Polrestabes Surabaya di Instagram, terlihat para pria itu berada di satu kamar saat dilakukan penggerebekan. Beberapa di antaranya tidak mengenakan pakaian.

Para pria tersebut sempat ditanyai identitasnya oleh polisi. Salah satu di antaranya mengaku sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), tetapi tidak diungkap instansinya.

Mereka kemudian diborgol dengan kabel ties dan dibawa ke truk polisi.

Kini mereka telah ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara itu, Public Relations hotel, Kus Andi, menyampaikan bahwa terkait kapasitas tamu ketika itu, mereka memesan dua kamar yang tersambung.

“Itu pesanan kamarnya connecting door. Kami juga menghargai privasi para tamu,” ucap Andi.