Pemkab Sleman Gelar Tes Swab Acak di 6 Sekolah, 21 Orang Positif COVID-19

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas kesehatan mengambil sampel dari seorang siswa saat tes antigen acak di SDN 015 Kresna, Bandung, Jawa Barat, Jumat (15/10/2021). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Petugas kesehatan mengambil sampel dari seorang siswa saat tes antigen acak di SDN 015 Kresna, Bandung, Jawa Barat, Jumat (15/10/2021). Foto: Dok. Istimewa

Pemkab Sleman menggelar tes swab atau PCR secara acak kepada enam sekolah. Hasilnya, ada 20 siswa dan seorang guru dinyatakan positif COVID-19.

Kepala Balai Dikmen Kabupaten Sleman, Priyo Santosa, mengatakan ada 6 sekolah menggelar tes acak. Rinciannya ,SMKN 1 Tempel, SMAN 1 Pakem, SMAN 1 Seyegan, SMAN 1 Cangkringan, SMAN 1 Kalasan, dan SMA Insan Cendekia.

"Dari hasil itu, paling banyak yang positif di SMK Tempel ada 14 orang yaitu 13 siswa dan 1 guru. Karena masing-masing sekolah diambil 10 guru sebagai sampel," kata Priyo dihubungi awak media, Kamis (25/11).

kumparan post embed

Sementara sekolah lainnya yaitu SMAN 1 Pakem, SMAN 1 Seyegan dan SMAN 1 Cangkringan ada 2 siswa positif. Kemudian SMAN 1 Kalasan ada 1 siswa positif. Sehingga jika ditotal, ada 21 orang positif terdiri dari 20 siswa dan 1 guru.

"Perkembangannya (SMAN 1 Kalasan) kami dapat 1 (positif). Dari SMK insan Cendikia itu tadi kami hubungi pada saat itu belum ada hasilnya," ucap Priyo.

Priyo menuturkan, sekolah yang ditemukan kasus positif COVID-19 akan dihentikan PTM mulai hari ini. Sekolah itu menjalani PJJ selama 14 hari ke depan.

"Dihentikan proses pembelajaran tidak tatap muka tapi secara daring," katanya.

Petugas kesehatan mengambil sampel dari seorang siswa saat tes antigen acak di SDN 015 Kresna, Bandung, Jawa Barat, Jumat (15/10/2021). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO

Lebih lanjut, tes acak PCR ini rencananya akan kembali dilanjutkan ke puluhan sekolah lainnya. Total ada 43 sekolah di Sleman disasar.

"Kebijakan di Sleman diperluas setiap kecamatan diambil 30 persen sekolah yang ada. Misal Godean ada 3 sekolah kita ambil 1 sekolah," kata Priyo.

"Dari masing-masing sekolah diambil 10 persen siswa untuk sampelnya. Misal di sekolah ada 300 berarti 30 orang," pungkas dia.