Pemkot Semarang Kembali Gelar Tradisi Dugderan, Sempat Setop saat Pandemi COVID
·waktu baca 2 menit

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menggelar tradisi menyambut Bulan Suci Ramadhan atau Dugderan. Tradisi ini sebelumnya, tidak digelar selama dua tahun lantaran pandemi COVID-19.
Prosesi Dugderan dibuka langsung oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, di Balai Kota Semarang, pada Kamis (31/3).
"Kita semua berbarengan merayakan bersama warga dalam mewujudkan tradisi Dugder yang berwujud Warisan Budaya dan Tradisi dari zaman dahulu. Sehingga menjadi perayaan rutin bagi warga Semarang ," ucapnya.
Prosesi Dugderan kali ini tidak digelar seperti sebelumnya, yakni adanya arak-arakan. Melainkan diselenggarakan tiap titik di Halaman Balai Kota Semarang, Masjid Agung Semarang dan di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) dan disiarkan langsung melalui akun YouTube Semarang Pemkot. Hal ini beralasan mengingat pandemi COVID-19 masih belum usai, khususnya kota Semarang.
Prosesi Dugder mengambil tema "Dugderan Mempererat Kemajemukan dalam Bingkai Pancasila Menuju Semarang Semakin Hebat". Hal ini selaras dengan pernyataan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dalam sambutannya.
‘"Gelaran ritual Dugder menjadi pagelaran budaya yang dinantikan. Dugder menjadi gambaran kemajemukan, sebagi bentuk Semarang Yang Semakin Hebat,’" tutur Hendrar.
Gelaran Dugderan melibatkan pasukan Drumband AMNI Semarang, Perwakilan Pasukan Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Kementerian Agama, perwakilan dari 16 Kecamatan se-Kota Semarang serta organisasi masyarakat Tionghoa di kota Semarang.
Reporter: Fadelia Fauziah Rahma
