Pemkot Semarang Perpanjang PKM Tanpa Batas Waktu

kumparanNEWSverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang dr Abdul Hakam di Balai Kota Semarang. Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang dr Abdul Hakam di Balai Kota Semarang. Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan

Pemerintah Kota Semarang kembali memperpanjang masa Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM). Namun, pemberlakuannya tanpa periode seperti PKM-PKM sebelumnya.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menjelaskan, perpanjangan PKM kali ini dilakukan tanpa periode yang berlangsung selama 14 hari seperti pada PKM sebelumnya.

“Kalau ada hal yang sangat mendesak, misalnya angka (kasus Positif COVID-19) menurun bisa saja PKM di-delete,” kata Hendrar di kantor Dinas Kesehatan Kota Semarang, Minggu (5/7).

“Sebaliknya, kalau angka naik terus, PKM akan ditambah beberapa pasal yang menuntut pengetatan-pengetatan,” imbuh pria yang akrab disapa Hendi itu.

Hendi menjelaskan, hingga hari ini kasus positif COVID-19 di Kota Semarang mencapai 706 orang yang masih dirawat. Naiknya angka kasus ini, kata Hendi, tak lain karena tes masif yang terus dilakukan.

embed from external kumparan

“Faktornya (kenaikannya) banyak hal, yang kelihatan adalah kita sejak sebulan yang lalu menetapkan kebijakan untuk melakukan tes secara massal baik rapid atau swab. Maka, kemungkinan mendapatkan OTG semakin besar,” jelasnya.

Selain itu, kata Hendi, pihaknya juga akan mengevaluasi keberadaan pos di perbatasan. Menurutnya, bila ternyata sudah tidak efektif, maka petugasnya akan ditarik untuk bergabung pada tim patroli.

Tak hanya itu, kata Hendi, berdasarkan evaluasi dari sejumlah pelonggaran pada PKM jilid 4, pihaknya juga menemukan warganya yang masih ‘bandel’. Dia berharap, warga Semarang bisa memanfaatkan kelonggaran dengan bijak.

“Masih ada yang belum memahami kelonggaran. Titik-titik mana yang kami kencengin kembali dan mana yang bisa kami pertahankan. Kami akan berbicara lebih teknis apakah pos pantau perbatasan masih perlu. Kalau sekiranya mereka tidak begitu perlu kami akan gabungkan dengan tim patroli untuk mengecek di dalam kota,” jelasnya.