Pemkot Yogyakarta Panggil Manajemen McD Soal Kerumunan Pembeli BTS Meal

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengemudi ojek daring memadati gerai McDonalds Raden Saleh di Jakarta, Rabu (9/6/2021). Foto: Galih Pradipta/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Pengemudi ojek daring memadati gerai McDonalds Raden Saleh di Jakarta, Rabu (9/6/2021). Foto: Galih Pradipta/Antara Foto

Promo BTS Meal di sejumlah gerai restoran cepat saji McDonald's di Kota Yogyakarta memicu kerumunan driver ojol.

Para ojol ini menerima orderan pelanggan untuk memesan produk kolaborasi McDonald’s dengan grup idola asal Korea Selatan, BTS.

Tak hanya Pemda DIY, Pemkot Yogya juga akan memanggil manajemen restoran tersebut.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, Satpol PP Kota Yogyakarta telah membubarkan kerumunan di sejumlah gerai McD.

"Tadi (sejumlah gerai) memang didatangi satgas yang terdiri dari Polresta dan Satpol PP. Sebab kegiatan promo tersebut tidak berizin dari Satgas. Dan ternyata itu adalah program McD secara nasional. Maka, kita minta dibubarkan kerumunannya dan pengelolanya kita panggil," kata Heroe dikonfirmasi wartawan, Rabu (9/6).

kumparan post embed

Heroe menuturkan, kegiatan mengumpulkan massa harus ada izin dari Satgas COVID-19 walaupun bukan program nasional. Hal itu memang sudah menjadi ketentuan selama pandemi.

"Terutama untuk melihat bagaimana proses pelaksanaanya dalam menjalankan prokes, membatasi jumlah agar tidak terjadi kerumunan. Dan itu kan sudah ada dalam ketentuan yang ada sejak pandemi ini mulai ada dan berlaku di Kota Yogyakarta," tutur dia.

Seorang pengemudi ojek daring mengantre untuk mengambil pesanan di gerai McDonalds Raden Saleh, Jakarta, Rabu (9/6/2021). Foto: Galih Pradipta/Antara Foto

Sementara Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta Agus Winarto menyebut, ada tiga gerai McD di Kota Yogyakarta yang dibubarkan yaitu Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Sultan Agung dan di Mal Malioboro.

"Itu ratusan (orang mengantre). Mungkin 100 orang lebih tadi ada di sana dan tidak jaga jarak," kata Agus.

Agus membenarkan bahwa manajemen tidak mengajukan izin bahwa ada promo yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

"Kalau ada seperti itu ngomonglah kepada kita. Nanti kita bantu kita back up pengamanan prokesnya," ujarnya.

kumparan post embed

Lebih lanjut, Agus mengatakan pada Kamis (10/6) besok, manajemen McD akan dipanggil ke kantor untuk memberikan klarifikasi. Termasuk kemungkinan promo tersebut tidak berlanjut.

"Kita lihat hasilnya besok. Kalau memang memungkinkan, ya artinya promo itu suruh hapus, selesai to," tutup Agus.

Sebelumnya, Pemda DIY melalui Satpol PP DIY juga akan memanggil manajemen McD. Catatan Satpol PP DIY ada 5 gerai McD yang memunculkan kerumunan baik di Kota Yogyakarta maupun Kabupaten Sleman.