Pemotor yang Bawa Kabur Penembak Staf Kemlu RI Zetro Purba Dibayar Rp 1,4 Juta

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pembunuh Zetro Purba, staf Kemlu RI di Peru. Malaco (kanan) berperan menembak korban. Sebelahnya, El Primo bertugas mengantar ekusekutor dengan motor. Foto: Dok Dirincri PNP
zoom-in-whitePerbesar
Pembunuh Zetro Purba, staf Kemlu RI di Peru. Malaco (kanan) berperan menembak korban. Sebelahnya, El Primo bertugas mengantar ekusekutor dengan motor. Foto: Dok Dirincri PNP

Ada dua tersangka utama dalam eksekusi penembakan Zetro Purba, staf Kemlu RI yang bertugas di KBRI Lima, Peru, awal bulan ini.

Mereka adalah Jaiker Antonio Echenagucia alias Malaco (23 tahun) yang diyakini sebagai penembak atau eksekutor dan Wilson Jose Soto Lopez alias El Primo, pengemudi motor yang mengangkut Malaco.

Mengutip media Peru, Panamericana Television, Selasa (16/9), El Primo mengaku mendapatkan bayaran 300 soles atau sekitar Rp 1,4 juta untuk mengantar Malaco ke lokasi penembakan sekaligus membawanya kabur.

โ€œ300 soles, 300 soles,โ€ ujar pria 24 tahun yang bersama Malaco berasal dari Venezuela ini.

Istri almarhum Zetro Leonardo Purba Priskila Serapinta memegang foto semasa hidup suaminya saat acara prosesi pemakaman suaminya di TPU Sari Mulya, Setu, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (11/9/2025). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO

Tugas El Primo adalah mengantar Malaco dengan motornya ke kawasan Lince untuk mencegat Zetro Purba. Di Lince, Zetro tinggal bersama keluarganya sejak berdinas di KBRI Lima sekitar 5 bulan lalu.

Pada Senin, 1 September sekitar pukul 19.30, Zetro terlihat pulang ke rumah dengan bersepeda seperti biasanya. Saat itulah Malaco menembak Zetro dengan tiga tembakan mematikan. Setelah itu Malaco kabur dengan naik motor yang dikemudikan El Primo.

Rangkaian aksi bandit ini terekam CCTV dari berbagai sisi.

Dalam penggerebekan di dua lokasi di San Martin de Porres pada 9 September, polisi menangkap Malaco dan El Primo, yang tergabung dalam geng kriminal Los Maleantes del Cono.

Disita juga pistol Taurus kaliber .380 yang dipakai Malaco menembak Zetro dan motor yang dipakai El Primo untuk mengantar Malaco ke Lince sekaligus membawanya kabur.

Polisi Peru menangkap komplotan pembunuh Zetro Purba, staf KBRI Lima, 11 September 2025. Foto: Dok Dirincri PNP

Ditangkap 5 Orang

Kepada polisi, Malaco semula mengaku memiliki pistol Taurus itu untuk pengamanan diri. Kemudian dia mengubah keterangannya bahwa pistol itu didapat dari temannya yang pulang ke Venezuela dan sebagai bagian dari pembayaran utang.

Dalam perkembangan penyelidikan, pistol itu ternyata teregistrasi milik seorang anggota kepolisian dari unit khusus. Sekarang sedang diselidiki mengapa pistol milik polisi bisa jatuh ke tangan kelompok kriminal.

Selain Malaco dan El Primo, tiga orang dari geng kriminal Maleantes del Cono juga diringkus. Kelima orang itu berasal dari Venezuela (3 orang) dan Kuba (2 orang).

Istri almarhum Zetro Leonardo Purba Priskila Serapinta (kedua kiri) beserta keluarga menaburkan bunga ke makam suaminya usai dimakamkan di TPU Sari Mulya, Setu, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (11/9/2025). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO

Geng kriminal Maleantes del Cono biasa melakukan pemerasan dan pembunuhan bayaran.

Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi soal motif penembakan Zetro Purba dari otoritas resmi.

Adapun jenazah Zetro Purba telah dimakamkan di Tangerang Selatan pada 11 September 2025.