Pemprov Aceh soal 1 Warga Tewas saat Bentrok di Pidi: Utamakan Keselamatan Rakyat

Pemerintah Aceh merespons insiden tewasnya seorang warga dalam bentrok di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro/Truseb, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu (4/11). Bentrokan tersebut diduga melibatkan personel TNI dan warga.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) dan Wakil Gubernur Fadhlullah (Dek Fadh) menyampaikan keprihatinan atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan pemerintah menginginkan agar penanganan insiden mengedepankan perdamaian dan penegakan hukum yang adil.
“Prinsip utamanya adalah tetap dalam koridor perdamaian, dan penegakan hukum yang seadil-adilnya. Jangan sampai melukai hati rakyat,” kata Nurlis di Banda Aceh, Kamis (5/11).
Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah juga meminta seluruh pihak menahan diri dan mengedepankan dialog agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
“Yang paling utama adalah keselamatan rakyat. Kita tidak ingin ada lagi masyarakat yang terluka, apalagi kehilangan nyawa,” ujarnya.
Pemerintah Aceh berharap polemik terkait pengibaran bendera tersebut dapat diselesaikan secara bermartabat tanpa kembali menimbulkan korban jiwa.
Sebelumnya diberitakan, seorang warga dilaporkan tewas dalam bentrokan di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro/Truseb, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu (4/11). Bentrokan tersebut diduga melibatkan personel TNI dan warga.
Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal, mengatakan pihaknya masih mendalami informasi mengenai insiden tersebut.
“Masih kita dalami info tersebut,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi.
